Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Malas, Ini Alasan Banyak Orang Kesulitan Mempertahankan Gaya Hidup Sehat
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Cuma Diet dan Olahraga, Kurang Tidur Ternyata Bisa Bikin Lemak Perut Bertambah

Sabtu, 07 November 2026 - 06:06:00 WIB
Jangan Cuma Diet dan Olahraga, Kurang Tidur Ternyata Bisa Bikin Lemak Perut Bertambah
Bahaya kurang tidur untuk kesehatan. (Foto: Freepix)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menurunkan berat badan bukan sekadar soal mengurangi porsi makan atau rutin berolahraga. Ada satu kebiasaan yang sering luput diperhatikan, tetapi ternyata bisa memengaruhi keberhasilan program diet, yakni kualitas tidur.

Banyak orang rela mengurangi waktu istirahat demi berolahraga lebih lama atau menyelesaikan berbagai aktivitas. Padahal, kebiasaan tidur terlalu singkat justru berpotensi membuat usaha menurunkan berat badan menjadi kurang optimal.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, mengingatkan bahwa kurang tidur merupakan salah satu faktor tersembunyi yang perlu diperbaiki ketika seseorang ingin menurunkan berat badan.

Melalui unggahan di akun Threads pada 3 November 2026, dr. Adam menjelaskan bahwa tidur hanya empat jam sehari dapat meningkatkan jumlah kalori yang dikonsumsi tanpa diikuti peningkatan pengeluaran energi.

Artinya, seseorang bisa makan lebih banyak ketika kurang tidur, sementara jumlah energi yang dibakar tubuh tidak mengalami perubahan berarti. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi mengganggu keseimbangan energi yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan.

Temuan tersebut merujuk pada penelitian bertajuk Effects of Experimental Sleep Restriction on Energy Intake, Energy Expenditure, and Visceral Obesity.

Dampaknya bahkan tidak hanya berkaitan dengan angka timbangan. Kurang tidur juga dikaitkan dengan peningkatan lemak di area perut atau lemak visceral.

Menurut dr. Adam, pembatasan waktu tidur yang berlangsung setidaknya dua minggu dapat meningkatkan lemak perut sekitar 9-11 persen. Lemak visceral perlu diperhatikan karena menumpuk di sekitar organ-organ dalam rongga perut.

Selain berpengaruh terhadap penumpukan lemak, kurang tidur juga dapat mengubah komposisi berat badan yang berkurang selama menjalani program diet.

Penelitian lain menunjukkan bahwa pembatasan waktu tidur dapat membuat tubuh menggunakan lebih sedikit massa lemak sebagai sumber energi. Sebaliknya, massa otot yang hilang justru bisa lebih banyak.

Kondisi ini tentu tidak diharapkan, terutama bagi mereka yang sedang berusaha menurunkan persentase lemak tubuh sekaligus mempertahankan massa otot.

Karena itu, keberhasilan menurunkan berat badan sebaiknya tidak hanya diukur dari seberapa sedikit seseorang makan atau seberapa keras berolahraga. Kebiasaan tidur juga perlu menjadi bagian dari pola hidup yang diperbaiki.

Dokter Adam pun mengingatkan masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan agar lebih memperhatikan waktu istirahat.

Dengan demikian, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan mencukupi kebutuhan tidur perlu berjalan beriringan agar upaya menurunkan berat badan dapat berlangsung lebih optimal.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut