Kalimantan Utara Masif Cegah DBD dengan Vaksinasi Dengue, Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Masalah Dengue atau DBD masih banyak ditemukan di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, hingga 1 Desember 2025 sebanyak 139.298 kasus teridentifikasi.
Upaya pencegahan harus dilakukan, terlebih lagi di musim pancaroba ini risiko Demam Berdarah meningkat. Selain dengan upaya menguras, menutup, mendaur ulang (3M), mencegah DBD juga dapat dilakukan dengan vaksinasi dengue dan itu yang kini dimasifkan di Kalimantan Utara.
Menurut informasi yang diterima iNews.id, peresmian vaksinasi Dengue di Kalut dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan anggaran pembelian vaksin DBD bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Utara. Adapun lokus kegiatan yaitu pada Kabupaten Bulungan, khususnya Kecamatan Tanjung Palas Utara.
Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara di Balai Desa Panca Agung, dan juga bermitra dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines dengan turut melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti Kementerian Kesehatan, Komite Nasional/Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas/Komda KIPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Pemerintah Kabupaten Bulungan, serta lintas sektor lainnya.
Di Provinsi Kalimantan Utara, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue (IR: 98,98/100.000 penduduk) dengan CFR 1,09 persen. Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian akibat dengue yang tertinggi, di mana 46,81% dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6-14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Usman, menyampaikan, Kalimantan Utara berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan. Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue.
Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, pihaknya perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih inovatif. Karena itu, program vaksinasi dengue ini didorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan.