Kanker Payudara Bisa Menyerang Pria, Ini 4 Gejala yang Wajib Anda Tahu

Siska Permata Sari ยท Selasa, 14 Agustus 2018 - 17:17 WIB
Kanker Payudara Bisa Menyerang Pria, Ini 4 Gejala yang Wajib Anda Tahu

Pria cek kesehatan. (Foto: Leadsa)

JAKARTA, iNews.id - Kanker payudara menjadi salah satu kanker yang paling umum diderita wanita. Namun ternyata, bukan kaum Hawa saja yang dapat didiagnosis memiliki kanker payudara, tetapi juga pria.

Sebab, bukan hanya kaum Hawa saja yang memiliki jaringan payudara, tetapi pria juga. Meskipun kasus kanker payudara pada pria jarang terjadi, namun penting juga bagi pria untuk lebih aware terhadap salah satu jenis kanker yang jarang diwaspadai ini.

Walaupun pria hanya menyumbang satu persen untuk penyakit kanker payudara ini, namun ada gejala-gejala kanker di payudara yang tak boleh diabaikan. Apa saja? Simak daftarnya, seperti dirangkum iNews.id dari Men's Health, Selasa (14/8/2018).

Benjolan

Sama halnya dengan wanita, gejala kanker payudara pada pria juga ditandai dengan adanya benjolan di sekitar dada. Umumnya, benjolan ini tak terasa sakit. Tetapi jika kanker telah menyebar, pembengkakan atau benjolan ini dapat ditemukan di bawah ketiak, kelenjar getah bening, atau sekitar tulang leher.

Keanehan pada Puting

Saat tumor atau kanker payudara sedang tumbuh, dia mulai menarik ligamen di dalam payudara, sehingga puting Anda seperti tertarik ke dalam dan tampak penyok. Selain itu, area tersebut juga terasa lebih kering dan bersisik.

Terdapat Noda Cairan di Sekitar Dada

Jika Anda selalu menemukan noda seperti bekas tumpahan sesuatu di area puting payudara, jangan dihiraukan. Itu bisa jadi tanda bahwa ada cairan dari tumor yang menumpuk dan bocor keluar dari saluran puting Anda.

Luka di Puting Anda

Noda di bagian puting bukan cuma karena cairan dari tumor, tetapi juga luka di bagian puting. Sebab dalam beberapa kasus ekstrem, pria dapat mengembangkan luka terbuka pada puting karena tumor atau kanker payudara ini. Oleh sebab itu, kewaspadaan akan kanker payudara tak cuma harus dilakukan pada kaum wanita, tapi juga pria.


Editor : Tuty Ocktaviany