Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah, Begini Cara Lindungi Anak dari Corona

Siska Permata Sari ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 12:05 WIB
Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah, Begini Cara Lindungi Anak dari Corona

Pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga kini. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona baru (Covid-19) telah menginfeksi jutaan orang di dunia. Di Indonesia, total kasus positif virus korona per Sabtu (27/6/2020), mencapai 52.812 orang dengan 21.909 pasien sembuh dan 2.720 lainnya meninggal dunia.

Seperti yang kita tahu, virus baru tersebut tidak hanya menyerang orang dewasa dan lanjut usia, tetapi juga anak-anak, yang tingkat kerentanannya sama. Sementara sampai saat ini, belum ada vaksin dan obat untuk menangani Covid-19. Oleh sebab itu, cara satu-satunya adalah melindungi dengan langkah pencegahan.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak Prof DR dr Soedjatmiko, SpA (K), Msi, menyebutkan ada 3.791 anak Indonesia yang tertular Covid-19. Itu merupakan data dari Subdit Surveilans Kemenkes RI per 25 Juni 2020.

“Angka anak 0-5 tahun itu mencapai 1.104 yang terinfeksi virus corona dan 25 orang di antaranya meninggal dunia. Selanjutnya ada 2.687 anak usia 6-17 tahun yang terinfeksi dengan 15 orang yang meninggal,” ujarnya di Webinar Parenting dalam rangka Hari Keluarga Nasional 2020, Minggu (28/6/2020).

Dia mengatakan, melindungi anak-anak dari Covid-19 cenderung lebih sulit dan menjadi tantangan bagi orangtua. Alasannya, anak lebih sulit diajak untuk selalu mengenakan masker.

“Kemudian anak-anak juga suka pegang sana, pegang sini, dan mereka juga cenderung lebih sulit untuk diajak cuci tangan dengan benar,” ujarnya.

Faktor lain di antaranya sulit untuk tidak berdekatan dengan anak-anak lain, serta tak jarang ada yang mengalami gangguan makan atau sulit makan.

“Jadi bagaimana caranya? Selama ada pandemi ini, jangan ajak anak ke pasar, supermarket, mal, dan tempat rekreasi. Itu jangan, lebih baik jangan,” kata dr Soedjatmiko.

Dia juga menyarankan tidak membuka dulu sekolah-sekolah sebelum angka penularan dan kematian turun secara terus-menerus selama dua minggu. Selain itu, sarana, guru, dan orangtua juga harus siap untuk melaksanakan segala protokol kesehatan.

Protokol kesehatan itu meliputi disinfektan sekolah secara berkala, melakukan rapid tes bagi guru dan staf di sekolah, peraturan wajib mengenakan masker, sarana mencuci tangan, jaga jarak antar meja tiap murid dan guru, dan sebagainya.

“Siapkah para gurunya, sekolahnya? Kalau belum siap sebaiknya jangan dibuka dulu. Tak cuma guru dan sekolah, orangtua juga harus siap memberi contoh dalam pencegahan ini seperti menggunakan masker, cuci tangan yang benar itu seperti apa, menjaga jarak, lalu pulang sekolah juga mencuci masker, mencuci tangan, semuanya harus siap,” tuturnya.

Editor : Tuty Ocktaviany