Kenali Gejala Awal Paru-Paru Basah, Penyebab Meninggalnya Kazuo Kashio
JAKARTA, iNews.id – Pneumonia atau paru-paru basah menjadi penyebab utama meninggalnya salah satu dari empat bersaudara yang mendirikan Casio Computer, Kazuo Kashio. Ingin tahu gejala awal pneumonia? Ini jawabannya!
Pneumonia memang dikenal sebagai penyakit yang diam-diam mematikan, terutama terhadap anak-anak. Sebelum itu terjadi pada Anda, biasakan melakukan deteksi kesehatan sejak dini.
Berikut gejala-gejala awal pneumonia menurut Dr Gyanendra Agrawal, Senior Consultant, Respiratory & Critical Care Unit, Jaypee Hospital, yang dikutip Thehealthsite.
Batuk
Batuk terus-menerus adalah tanda dari pneumonia yang disertai dahak hijau. Bahkan, kadang-kadang dahak disertai dengan darah, karena patogen menyerang jaringan paru-paru.
Demam
Demam biasanya sangat tinggi dan disertai menggigil pada anak-anak. Sedangkan orang dewasa biasanya hanya mengalami demam ringan.
Sesak napas
Pneumonia adalah penyakit peradangan yang menyerang kantung udara di paru-paru. Ketika patogen terus meningkat di paru-paru, maka akan mulai menutupi dan mulai menyerang saluran udara yang mempengaruhi hidung dan tenggorokan. Hal ini akan menyebabkan kesulitan bernapas, terutama sedang melakukan aktivitas fisik.
Nyeri dada
Ketika peradangan semakin memburuk, maka batuk akan terus berkembang. Kemudian seseorang akan mulai merasakan sakit yang menusuk dan nyeri dada. Selanjutnya, nyeri dada dapat memperburuk kondisi, sehingga semakin sulit bernapas.
Seperti diketahui, salah satu dari empat bersaudara yang mendirikan Casio Computer, Kazuo Kashio meninggal dunia, Senin 17 Juni 2018. Dia meninggal di usia 89 tahun.
Kepergian Kazuo untuk selama-lamanya lantaran menderita pneumonia (penyakit infeksi pada paru). Sebelum meninggal, dia menjalani perawatan di sebuah rumah sakit Tokyo.
Namun, kondisinya tidak tertolong dan meninggal pada Senin 17 Juni 2018. Sementara pihak perusahaan baru mengumumkan kabar duka tersebut sehari kemudian.
Sebagaimana dilansir dari Nytimes, Kashio memimpin perusahaan tersebut selama hampir tiga dekade. Dia pun mengubah mini-calculator inovatif Casio menjadi perangkat universal, serta mengenalkan jam tangan yang elegan, serta mempopulerkan G-Shock. Agustus lalu, Casio bahkan menghasilkan 100 juta produk G-Shock sejak jam tangan tersebut diperkenalkan pada 1983.
Kazuo Kashio menggantikan kakaknya Tadao, yang menjabat sebagai presiden kedua Casio. Sebuah toko mesin yang didirikan pada 1946 oleh Tadao Kashio, kemudian berevolusi menjadi Casio. Tetapi Casio memiliki ambisi besar, mengamati pasar luar negeri sejak tahun-tahun awal perusahaan. Ini mulai mengekspor kalkulator pada 1966 dan respons market luar negeri yang positif.
Dia dan tiga saudara laki-lakinya pun mengubah Casio dari toko alat rumah tangga di dalam negeri, menjadi perusahaan global dengan penjualan tahunan sebesar 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari jam tangan digital dan kamera, kalkulator, keyboard elektronik, sampai alat musik lainnya, juga printer berkecepatan tinggi.
Dalam memimpin perusahaan, Kazuo Kashio memiliki motivasi hidup favorit.
"Dengan melepaskan diri dari prakonsepsi dan gagasan konvensional, kami telah menyusun produk yang benar-benar dibutuhkan dan menggunakan teknologi digital kami untuk membuat mereka menjadi kenyataan," katanya dalam salah satu pesannya sebagai ketua. "Produk berdasarkan ide-ide baru menciptakan pasar baru," ucapnya.
Kashio juga dikenal memiliki reputasi sebagai orang yang bersemangat dan tangguh, kata juru bicara perusahaan Kazuhiko Ichinose.
"Dia selalu menetapkan tujuan tinggi," kata Ichinose, dikutip dari ABC News, Kamis (21/6/2018).
Selain itu, Kashio juga sukses mempopulerkan kamera digital QV-10 yang mulai dijual pada 1995. Dia memperkenalkan layar di belakang untuk melihat pratinjau gambar fotografi. Sekarang menjadi fitur standar untuk kamera digital.
Kazuo meninggalkan seorang istri bernama Soko dan dua anak perempuan dan seorang putra. Putranya, Kazuhiro Kashio saat ini menjabat sebagai Presiden Casio.
Editor: Tuty Ocktaviany