Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Danantara Ungkap Biang Kerok Banyak BUMN Karya Sakit, Ternyata gegara Hal Ini!
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Kehujanan Bisa Bikin Demam? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Minggu, 22 Desember 2024 - 13:33:00 WIB
Kenapa Kehujanan Bisa Bikin Demam? Simak Penjelasan Ilmiahnya
Kenapa Kehujanan Bisa Bikin Demam (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kenapa kehujanan bisa bikin demam? Meskipun banyak orang percaya bahwa terpapar hujan dapat langsung menyebabkan demam, sebenarnya hubungan ini lebih kompleks dan melibatkan berbagai faktor. Ketika seseorang kehujanan, suhu tubuh dapat turun secara drastis, yang dapat melemahkan sistem imun. 

Dalam kondisi dingin dan lembap, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri yang mungkin ada di sekitar kita. Selain itu, perubahan perilaku, seperti berkumpul di ruang tertutup setelah kehujanan, juga meningkatkan risiko penularan penyakit.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Reviews Immunology menunjukkan bahwa paparan suhu dingin dapat memengaruhi fungsi sel-sel imun, termasuk sel T dan sel B, yang penting dalam melawan infeksi (Kumar et al., 2020).

Selain itu, penelitian lain dalam Journal of Infectious Diseases menemukan bahwa infeksi saluran pernapasan lebih umum terjadi pada individu yang terpapar suhu dingin dan lembap (Mäkelä et al., 2018).

Berikut beberapa alasan kenapa kehujanan bisa bikin demam:

Kenapa Kehujanan Bisa Bikin Demam

1.Penurunan Suhu Tubuh

Saat seseorang terpapar hujan, terutama dalam suhu yang dingin, suhu tubuh dapat menurun. Penurunan suhu ini dapat memengaruhi fungsi sistem imun. Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di permukaan kulit menyempit (vasokonstriksi), yang mengurangi aliran darah ke kulit dan dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk merespons infeksi secara efektif.

2.Kelembapan dan Lingkungan Patogenik

Hujan sering kali disertai dengan kelembapan tinggi, yang menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan virus dan bakteri. Misalnya, virus influenza dan rhinovirus, yang umum menyebabkan infeksi saluran pernapasan, lebih aktif dalam kondisi lembap. Jika seseorang terpapar patogen ini setelah kehujanan, risiko terjadinya infeksi meningkat.


3. Stres pada Sistem Imun


Paparan suhu dingin dan lembap dapat menyebabkan stres pada sistem imun. Stres ini dapat mengurangi produksi sel-sel imun yang diperlukan untuk melawan infeksi. Selain itu, jika seseorang merasa tidak nyaman atau kedinginan, mereka mungkin cenderung untuk tidak menjaga pola makan dan tidur yang baik, yang juga berkontribusi pada penurunan fungsi imun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut