Kenapa Seseorang Pakai Alat CAPD di Perutnya?
Alat CAPD dipakai untuk menggantikan fungsi ginjal dengan menggunakan membran yang menutupi organ dalam pasien (peritoneum).
Menurut laman kesehatan Kidney Research UK, peritoneum adalah penyaring alami dengan pasokan pembuluh darah kecil (kapiler) yang melimpah, yang melapisi ruang dalam tubuh yang disebut rongga peritoneum atau perut.
"Selama dialisis peritoneum, antara 1 hingga 3 liter cairan dimasukkan ke dalam ruang tersebut melalui kateter yang dipasang di perut," ujar laporan tersebut, dikutip Senin (23/6/2025).
Cairan yang dikenal dengan dialisat kemudian berada di dalam tabung CAPD selama beberapa jam, sementara produk limbah berpindah dari kapiler ke dalam cairan. Kemudian cairan itu dialirkan ke kantong kosong dan dibuang.
"Proses penambahan cairan baru dan pembuangan cairan bekas disebut 'sesi' atau 'pertukaran' dialisis. Proses ini biasanya dilakukan 4 kali dalam sehari, setiap hari, dan setiap sesi berlangsung sekitar 40 menit," papar laporan tersebut.