Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Terima Laporan WNA Australia Kena Campak usai Perjalanan dari Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Ketahui Pentingnya Imunisasi pada Anak sejak Usia 9 Bulan di Masa Pandemi Covid-19 

Senin, 04 Juli 2022 - 13:54:00 WIB
Ketahui Pentingnya Imunisasi pada Anak sejak Usia 9 Bulan di Masa Pandemi Covid-19 
Pentingnya imunisasi untuk anak di masa pandemi Covid-19 (Foto: Healthy children)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Imunisasi merupakan salah satu perlindungan kesehatan pada anak. Perlindungan ini seharusnya sudah diberikan sejak anak usia 9 bulan. 

Imunisasi juga sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh di tengah masa pandemi Covid-19. 

Prof Soedjatmiko selaku Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional mengatakan dia mengajak masyarakat untuk melindungi anak, cucu dan dari penyakit berbahaya, dengan melengkapi imunisasi.

Selama pandemi Covid-19 banyak balita imunisasinya terlewat, sehingga kasus Campak, Rubela dan Difteri di Indonesia pada 2021-2022 meningkat di banyak kabupaten. 

"Oleh karena itu semua bayi dan anak mulai umur 9 bulan harus diberi tambahansatu kali imunisasi Campak Rubella, walau sebelumnya sudah mendapatkannya," kata Prof Soedjatmiko, melalui keterangan virtualnya belum lama ini.

Prof. Soedjatmiko, menambahkan, selain itu anak umur 1 - 5 tahun harus mendapat imunisasi polio tetes OPV sedikitnya empat kali DPT-HepB-Hib empat kali, IPV satu kalu. Bila masih kurang, segera dilengkapi. Bila catatan hilang atau terselip dianggap belum lengkap, andaikata melebihi jumlah tersebut tidak berbahaya justru kekebalan lebih tinggi, karena berperan seperti booster.

"Karena banyak balita imunisasinya tidak lengkap kemungkinan seorang balita mendapat 3 suntikan sekaligus  (MR, DPT-HepB-HiB dan IPV) ditambah polio tetes, sehingga  tidak perlu bolak balik ke layanan imunisasi," kata dia.

Suntikan ganda, lanjutnya, juga dilakukan di banyak negara karena terbukti aman, KIPI-nya tidak lebih berat daripada suntikan tunggal, dan kekebalannya pun sama baiknya. "Oleh karena itu kami mengajak agar semua keluarga segera melengkapi imunisasi bayi dan balitanya agar terlindung dari sakit berat, cacat atau kematian," katanya.

Prof Iris Rengganis selaku Chairman Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI) mengatakan, pada dasarnya, imunisasi berfungsi meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. 

"Dewasa dan anak-anak membutuhkan imunisasi agar lebih sehat. Imunisasi dewasa yang direkomendasikan antara lain untuk Flu, Hepatitis A, Hepatitis B, Meningitis, Tifoid, dan PCV, HPV, dan Meningitis. Sedangkan untuk anak-anak, ada banyak yang direkomendasikan oleh Pemerintah dalam BIAN 2022," ujar Prof Iris.

Lebih lanjut Prof Iris menyampaikan, tujuan imunisasi tentu semakin banyak yang menerima imunisasi akan mendukung terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga meminimalisasi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) dari penyakit yang bisa dicegah. Pada anak, imunisasi dapat mencegah campak, rubella, difteri, polio, pertusis dan lainnya.

Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan telah mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 di pertengahan Mei 2022 lalu. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19, dengan jumlah terbanyak di Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Padahal, pemberian imunisasi dasar seperti hepatitis b, bcg, polio, pertusis, difteri, campak, tetanus, dan rubela terbukti dapat melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya tersebut. 

Dukungan seluruh pihak, termasuk mitra swasta, sangat diharapkan untuk menyukseskan pelaksanaan program BIAN ini. Untuk itu, Kementerian Kesehatan, bekerja sama dengan Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI) dan didukung oleh Vaccines di Sanofi Indonesia sebagai perusahaan perawatan kesehatan global yang inovatif, mengadakan edukasi dan sosialisasi mengenai BIAN ke publik melalui briefing edukatif dengan tema “Ayo Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Indonesia (BIAN) 2022.

Maxi Rein Rondonuwu, DHSM selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengatakan, Pemerintah telah menyusun tiga strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak. Tujuannya memberikan perlindungan dari PD3I, yaitu menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak dari sebelumnya 11 antigen menjadi 14 antigen, digitalisasi data imunisasi, dan imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi.

"Kita berharap cakupan imunisasi dapat diperluas. Pemerintah juga mengapresiasi semua pihak, termasuk mitra swasta seperti Sanofi Indonesia yang telah turut menyosialisasikan BIAN dan manfaatnya bagi kesehatan anak-anak," kata dia.

Prima Yosephine,  Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes mengatakan, berdasarkan Buletin data Imunisasi per 9 Mei 2022, menunjukkan gap yang semakin besar antara target Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dengan Cakupan IDL pada bulan Januari-Desember 2021, yaitu sebesar 9,8 persen.

"Ini artinya jumlah cakupan lebih sedikit dari target imunisasi nasional. Ini menjadi hal yang perlu diwaspadai. Di awal 2022 kasus campak dan rubella yang dikonfirmasi laboratorium meningkat lebih 15 kali lipat dibandingkan keadaan pada periode yang sama di tahun 2021 yang lalu," kata Prima.

Demikian juga kasus suspek difteri pada minggu ke 1 sampai minggu ke 18 tahun 2022 meningkat 60 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021. Oleh karena itu, lanjutnya, pelaksanaan BIAN harus berhasil mencapai target 95 persen untuk imunisasi tambahan campak dan rubella dan target 80 persen untuk imunisasi kejar OPV, IPV dan DPT-HB –Hib, agar kita dapat meningkatkan imunitas anak-anak dan menutup gap imunitas yang terjadi. 

Adapun target pemerintah dalam program BIAN 2022 adalah pertama, imunisasi tambahan campak rubela diberikan untuk anak umur 9 bulan sampai dengan kurang dari 12 tahun. Kedua, melengkapi imunisasi Polio dan DPT - HB - Hib bagi anak umur 12 sampai dengan 59 bulan. Khusus Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau sampai kurang dari 15 Tahun.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut