Ketahui Perbedaan PCR dan Antigen, Mana yang Lebih Baik?

Siska Permata Sari ยท Kamis, 04 November 2021 - 12:54:00 WIB
Ketahui Perbedaan PCR dan Antigen, Mana yang Lebih Baik?
Test PCR drive-thru. (Foto: Antara)

BALI, iNews.id - Masyarakat Indonesia belum lama ini dihebohkan dengan kabar persyaratan wajib PCR/antigen untuk melakukan perjalanan darat sejauh 250 kilometer. Hal ini mengundang ragam reaksi masyarakat di media sosial.

Namun, belakangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut kebijakan tersebut dan menyesuaikan ketentuan syarat perjalanan dalam negeri.

Dalam aturan yang disesuaikan itu, orang yang melakukan perjalanan darat menggunakan kendaraan bermotor perseorangan, kendaraan bermotor umum, dan angkutan penyeberangan dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali serta di wilayah luar Pulau Jawa dan Pulau Bali, wajib menunjukkan keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan dan sertifikat vaksin dosis pertama.

Kemudian untuk perjalanan rutin dengan moda transportasi darat seperti menggunakan kendaraan bermotor perseorangan, kendaraan bermotor umum, transportasi sungai, danau, dan penyeberangan, dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen.

Di luar dari kebijakan tersebut, PCR dan antigen merupakan tes Covid-19 yang banyak digunakan masyarakat. Masing-masing metode tes Covid-19 mempunyai perbedaan serta kelebihan dan kekurangan.

Salah satu perbedaan yang mencolok adalah soal harga. Seperti kita tahu, harga tes antigen lebih terjangkau yaitu maksimal Rp99 ribu - Rp109 ribu, daripada tes PCR yang batas tarif tertingginya kini Rp275 ribu - Rp300 ribu.

Selain harga, perbedaan lain yang perlu dipertimbangkan adalah tingkat akurasi. “PCR itu identifikasinya genetik, DNA, RNA, yang memang langsung mengidentifikasi coronavirus. Berbeda dengan antigen, di mana itu yang diperiksa adalah protein,” kata Dokter Patologi Klinik yang berbasis di Bali, dr I Nyoman Gde Sudana saat ditemui di Hotel Conrad Bali, Badung, Bali, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, tingkat akurasi tes antigen tidak sebaik PCR. “Protein ini (lewat tes antigen) bisa disamarkan oleh virus selain corona atau Covid-19. Jadi, ketika misalnya pasien itu flu lalu diperiksa antigen, itu biasanya hasilnya positif. Tetapi ketika dites PCR lagi, umumnya negatif. Hal ini karena yang diperiksa berbeda,” katanya.

Dr I Nyoman juga mengungkap bahwa tingkat akurasi PCR bisa hampir mendekati 100 persen. “Kalau tes antigen, itu positive dan negative false-nya tinggi, karena akurasinya ada yang di bawah 90 persen, ada juga mungkin yang mencapai di atas 92 persen (tergantung merk),” ujar dia.

Editor : Dyah Ayu Pamela

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda