Kronologi Lengkap Istri Pencet Jerawat Suami Berujung Meninggal Dunia, Kisahnya Menyedihkan
JAKARTA, iNews.id – Viral di TikTok kisah pilu seorang istri membagikan pengalaman tragis yang menimpa suaminya. Niat bercanda dan membantu mengatasi jerawat justru berujung pada kehilangan nyawa, akibat infeksi di area yang dikenal sebagai segitiga kematian di wajah.
Dalam unggahannya, sang istri menceritakan bahwa suaminya merupakan pekerja keras yang harus merantau jauh demi menafkahi keluarga. Meski jarang pulang, sang suami selalu bersemangat bekerja, terlebih saat istrinya tengah hamil muda. Suaminya hanya bisa pulang setiap tiga bulan sekali.
Lantas bagaimana akhirnya terjadi momen memencet jerawat dan membuat suaminya sakit parah hingga berujung meninggal dunia? Simak berita selengkapnya.

Peristiwa bermula saat keduanya menghabiskan waktu bersama. Sang suami sempat mengeluhkan jerawat di area hidung yang tak kunjung sembuh. Istri hanya menanggapi santai dan menganggap hal tersebut sebagai masalah kulit biasa.
Namun suasana bercanda berubah ketika sang suami menjahilinya dengan menggelitik. Sebagai balasan, sang istri iseng memencet jerawat di hidung suaminya yang terlihat sudah matang. Awalnya sang suami hanya tertawa dan mengingatkan agar tidak terlalu sakit.
Tak berhenti sekali, dalam beberapa hari berikutnya sang istri kembali membantu memencet jerawat suaminya, tanpa menyadari risiko besar yang mengintai.
Keesokan harinya, kondisi suami mendadak berubah drastis. Ia mengeluhkan pusing hebat dan demam tinggi. Sang istri sempat memberikan obat biasa, namun kondisi tak kunjung membaik hingga beberapa hari.
Yang membuat khawatir, area hidung sang suami tampak bengkak dan memerah. Keluhan pusing juga menjalar hingga ke bagian belakang kepala. Akhirnya, sang istri membawa suaminya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil laboratorium mengungkap fakta mengejutkan. Dokter menemukan adanya darah yang membeku di bagian dalam hidung. Kondisi tersebut membuat suami harus menjalani perawatan intensif selama satu minggu dan dinyatakan perlu segera dioperasi karena terjadi pendarahan hebat hingga ke pembuluh otak.