Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Publik Khawatir Hantavirus Jadi Pandemi Jilid 2, Begini Kata Dokter
Advertisement . Scroll to see content

Kunjungan ke Dokter Gigi Menurun Selama Pandemi Covid-19, Ini Penyebabnya

Minggu, 12 September 2021 - 16:33:00 WIB
Kunjungan ke Dokter Gigi Menurun Selama Pandemi Covid-19, Ini Penyebabnya
Kunjungan masyarakat ke dokter gigi selama pandemi menurun. (Foto: dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masyarakat Indonesia mempunyai beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak atau berlubang atau sakit, yang persentasenya sebesar 45,3 persen.

Kemudian, masalah kesehatan mulut yang mayoritas dialami penduduk Indonesia adalah gusi bengkak dan abses sebesar 14 persen. Namun sayangnya, masih berdasarkan Riskesdas 2018, dari 57,6 persen penduduk yang bermasalah kesehatan gigi dan mulutnya, baru 10,2 persen yang terlayani.

Kementerian Kesehatan juga mengungkap adanya penurunan jumlah kunjungan pasien ke dokter gigi di tengah pandemi Covid-19. Tetapi, penurunan jumlah ini bukan lantaran masalah kesehatan gigi dan mulut yang berkurang.

“Yang pasti, memang terjadi penurunan karena teman-teman sejawat yang menangani pasien menerapkan pembatasan dan penjadwalan, sehingga tidak setiap hari buka praktik untuk tatap muka. Namun, untuk pasien yang ingin konsultasi masih bisa dilakukan via telemedicine,” kata Direktur Pelayanan Kesehatan Primer drg Saraswati, MPH, dalam konferensi pers virtual, Minggu (12/9/2021).

Penyebabnya, kata dia, adalah adanya pandemi Covid-19. Karena virus Corona yang sangat menular, ada kemungkinan pasien takut keluar rumah dan memilih menunda kunjungan ke dokter gigi. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut