Kisah Tragis Marlia Hardi, Artis Top Era 1970-an Meninggal Bunuh Diri Terjerat Utang Arisan

Siska Permata Sari · Minggu, 12 September 2021 - 11:43:00 WIB
Kisah Tragis Marlia Hardi, Artis Top Era 1970-an Meninggal Bunuh Diri Terjerat Utang Arisan
Marlia Hardi artis top era 1970-an yang dikenal dengan perannya sebagai seorang ibu. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Nama Marlia Hardi tentu sudah tidak asing bagi para pencinta film-film lawas era 1960 hingga 1980-an. Dia merupakan artis top era 1970-an yang melejit lewat sandiwara televisi berjudul Keluarga Marlia Hardi yang tayang di televisi sejak 1973.

Kiprah seorang Marlia Hardi di industri hiburan telah dimulai sejak awal era 1950. Dia pertama kali terjun sebagai seorang figuran dalam film Untuk Sang Merah Putih (1950).

Sejak itu, artis asal Magelang ini banyak membintangi film-film drama Indonesia seperti Di Tepi Bengawan Solo (1951), Si Pintjang (1951), Tjambuk Api (1958), Si Kembar (1961), Anak-Anak Revolusi (1964), dan masih banyak lagi.

Namun, perannya yang paling terkenal yakni saat dia membintangi sandiwara televisi Keluarga Marlia Hardi sebagai Ibu Mar atau Bu Mar. Dalam tayangan era 1970-an itu, Bu Mar adalah sosok perempuan sekaligus ibu yang sangat bijaksana.

Sayangnya, kisah sang aktris yang terkenal dengan imej bijaksana tersebut berakhir tragis. Pada 18 Juni 1984, Marlia meninggal dunia. Dia ditemukan gantung diri oleh supirnya di kediamannya di kawasan Setiabudi, Jakarta. 

Mengutip dari kanal YouTube Mesin Waktu, Minggu (12/9/2021), Marlia meninggalkan tujuh surat perpisahan kepada tujuh orang temannya. Surat-surat tersebut menyimpan isyarat-isyarat mengapa dia bunuh diri. Bahkan, dalam suratnya kepada Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Ratno Timoer, Marlia menyebut bunuh diri adalah jalan terbaik.

Diketahui sebelum memutuskan bunuh diri, Marlia sempat dihantui surat-surat kaleng berisi ancaman untuk melaporkannya ke polisi. Perkaranya, saat itu Marlia terlilit utang piutang yang dari arisan call yang terdiri dari 135 orang. Mulanya, arisan itu berjalan lancar, namun lama kelamaan banyak anggota yang menunggak setoran.

Editor : Elvira Anna

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: