Kurangi Sampah Organik di Jakarta, Warga Bisa Manfaatkan Maggot

Diaz Abraham ยท Jumat, 08 November 2019 - 18:00 WIB
Kurangi Sampah Organik di Jakarta, Warga Bisa Manfaatkan Maggot

Maggot jadi solusi atasi sampah organik. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA, iNews.id - Sampah sisa makanan yang tiap hari dibuang warga Jakarta sangat banyak, bahkan dominan dibanding jenis lainnya. Padahal, banyak cara dapat dilakukan untuk menguranginya. Salah satunya, menggunakan bantuan hewan lain seperti maggot Black Soldier Fly (BSF) alias larva lalat tentara hitam.

Larva lalat jenis ini dikenal memiliki manfaat bagi manusia seperti mampu mereduksi sampah organic, seperti sayur, buah, daun, dan sisa makanan menjadi pupuk. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta Andono Warih menyebut bila larva tersebut atau yang lebih dikenal dengan sebutan maggot, sangat cocok menjadi pengurai sampah organik dan dapat dikembangbiakkan di rumah karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Banyak penelitian yang telah membuktikan efektivitas maggot dalam mereduksi sampah organik. Sampah organik yang dimakan maggot akan menjadi kompos," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Berbeda dari jenis lalat lainnya, BSF amat bersahabat bagi manusia karena dia bukan merupakan vektor penyakit, seperti jenis lalat rumah pada umumnya. Bila populasinya mendominasi sampah organik, maka lalat rumah tak akan bertelur di tempat tersebut.

Kemampuannya ini dinilai cocok untuk kurangi masalah sampah organik di Jakarta sejak berada di rumah warga. Tak hanya itu, maggot lalat tentara hitam bisa dijadikan pakan alternatif untuk ikan dan unggas karena memiliki protein tinggi.

"Maggot lalat tentara hitam bernilai ekonomi tinggi. Telur lalat mempunyai harga jual yang tinggi. Selain itu, maggot dapat diolah menjadi maggot beku, maggot kering, tepung maggot, dan lainnya sebagai pakan alternatif protein tinggi untuk ternak, unggas dan ikan," ucapnya.

Bila masyarakat serius untuk mengembangkan teknologi sederhana tersebut, Andono optimistis volume sampah Jakarta dalam beberapa tahun akan menurun. Dia menambahkan, ada beberapa cara lain untuk menekan pembuangan sampah dari rumah, seperti menabung sampah di bank sampah terdekat.

"Teknologi untuk aktivitas 3R (reduce kurangi, reuse - guna ulang, recycle - daur ulang) kita bisa menggunakan teknologi sederhana. Di skala rumah, kita dapat mengolah sampah organik sisa makanan dan dedaunan dengan komposter sederhana atau lubang biopori. Sampah anorganik yang bernilai ekonomis dapat ditabung melalui bank sampah terdekat," katanya.

Selain itu, masyarakat dapat memilah sampah yang bisa digunakan kembali untuk menekan volume sampah di Tempat Penampungan Umum (TPU) atau lautan, karena budaya memilah sampah merupakan salah satu ciri masyarakat modern. (Adv)


Editor : Tuty Ocktaviany