Manfaat Buah Semangka, Kembalikan Cairan Tubuh saat Puasa
JAKARTA, iNews.id - Berbuka puasa menjadi momen yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Saat azan Magrib berkumandang, banyak orang langsung mencari minuman segar atau makanan yang bisa menghilangkan rasa haus dengan cepat.
Buah-buahan dengan kandungan air tinggi sering menjadi pilihan utama untuk berbuka puasa. Salah satu yang paling populer adalah semangka, buah berwarna merah cerah yang terkenal menyegarkan.
Selain rasanya manis dan segar, semangka memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama bagi orang yang sedang menjalani ibadah puasa. Apa saja manfaatnya?
1. Kandungan Air Tinggi Bantu Menghidrasi Tubuh
Tak Hanya Manis, Kurma Ternyata Bisa Dibuat Asin dan Gurih
Semangka dikenal sebagai buah yang memiliki kandungan air sangat tinggi. Melansir Cleveland Clinic, semangka mengandung sekitar 92 persen air.
Kandungan tersebut membuat semangka sangat efektif membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Setelah berjam-jam tidak minum, tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup agar kembali segar dan bertenaga.
Manfaat Buah Nanas bagi Kesehatan, Bantu Pencernaan hingga Redakan Peradangan Kronis
Tidak hanya itu, kandungan air dalam semangka juga membantu memenuhi kebutuhan elektrolit dan karbohidrat harian. Hal ini membuat semangka cocok dijadikan menu pembuka saat berbuka puasa.
2. Membantu Mengontrol Gula Darah
Bahaya Makan Mi Instan saat Buka dan Sahur, Jangan Anggap Sepele Ini Dampaknya bagi Kesehatan
Saat waktu berbuka tiba, banyak orang mengalami kondisi “lapar mata”. Beragam makanan manis dan tinggi gula sering langsung dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Tanpa disadari, kebiasaan tersebut bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang berisiko memicu gangguan kesehatan, termasuk diabetes.
Buka Puasa Pakai Gorengan Tiap Hari, Ingat 5 Risiko bagi Kesehatan
Semangka dapat menjadi alternatif pilihan makanan berbuka yang lebih sehat. Kandungan airnya yang tinggi membuat jumlah karbohidrat dalam semangka relatif lebih rendah dibandingkan makanan manis lainnya.
Selain itu, indeks glikemik semangka juga cenderung rendah. Setelah dikonsumsi, semangka akan masuk ke aliran darah dan menghasilkan glukosa dalam jumlah yang tidak terlalu tinggi. Dengan begitu, kadar gula darah tetap lebih terkontrol saat berbuka puasa.