Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gendong Mesin PHEV, Jetour T2 i-DM Mampu Tempuh Jarak Lebih dari 1.200 Km
Advertisement . Scroll to see content

Mata Minus Cepat Bertambah? Dokter Ingatkan Tanda Gangguan Kornea

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:26:00 WIB
Mata Minus Cepat Bertambah? Dokter Ingatkan Tanda Gangguan Kornea
Banyak orang menganggap perubahan ukuran minus atau silinder merupakan hal yang wajar. (Foo,: Ilustrasi AE.)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Banyak orang menganggap perubahan ukuran minus atau silinder merupakan hal yang wajar. Akibatnya, mereka hanya mengganti kacamata baru tanpa mencari tahu penyebab perubahan tersebut.

Padahal, kondisi itu bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kornea yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Sharita R Siregar, SpM(K) mengatakan perubahan bentuk atau kelengkungan kornea dapat memengaruhi kualitas penglihatan dan menyebabkan berbagai kelainan refraksi.

"Perubahan bentuk atau kelengkungan kornea dapat menyebabkan kelainan refraksi seperti miopia, hipermetropia, serta astigmatisme. Pada astigmatisme tidak teratur, cahaya dapat tersebar ke beberapa titik sehingga menimbulkan pandangan berbayang, distorsi, silau, dan halo," ujar dr. Sharita.

Dia menjelaskan, seseorang perlu lebih waspada apabila ukuran minus atau silinder bertambah dalam waktu singkat. Terlebih jika penglihatan tetap buram meski sudah menggunakan kacamata dengan resep terbaru.

Selain itu, munculnya lingkaran cahaya (halo), silau saat berkendara pada malam hari, hingga penglihatan yang terasa berbayang juga dapat menjadi tanda adanya kelainan pada kornea yang tidak boleh diabaikan.

Menurut dr. Sharita, kebiasaan sering mengucek mata serta adanya riwayat keratokonus dalam keluarga juga meningkatkan alasan seseorang untuk menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh. Pemeriksaan sejak dini penting agar gangguan pada kornea dapat dideteksi dan ditangani sesuai kondisinya.

Dia menegaskan, tidak semua pasien membutuhkan penanganan yang sama karena setiap mata memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan komprehensif sebelum menentukan metode koreksi penglihatan yang paling tepat.

Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran minus dan silinder, pemetaan bentuk serta ketebalan kornea, pemeriksaan lapisan air mata, tekanan bola mata, ukuran pupil, retina, hingga evaluasi kesehatan mata secara keseluruhan.

"Ketajaman penglihatan bukan hanya tentang terbebas dari kacamata, tetapi tentang mendapatkan kualitas penglihatan yang optimal melalui pilihan penanganan yang sesuai. Karena kondisi setiap mata berbeda, keputusan tindakan harus selalu diawali dengan pemeriksaan komprehensif dan diskusi bersama dokter spesialis mata," katanya.

Dokter mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan mata apabila mengalami perubahan ukuran kacamata yang berlangsung cepat atau disertai gangguan penglihatan lainnya. Dengan diagnosis yang tepat, penyebab gangguan dapat diketahui lebih dini sehingga penanganan yang diberikan menjadi lebih efektif.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut