Memanggil Pasangan dengan Nama Hewan, Buat Hubungan Jadi Langgeng?

Inas Rifqia Lainufar ยท Senin, 20 Juni 2022 - 12:43:00 WIB
Memanggil Pasangan dengan Nama Hewan, Buat Hubungan Jadi Langgeng?
Memanggil pasangan dengan nama hewan (Foto: Rosshelen/Elements Envato)

JAKARTA, iNews.id - Pernahkah kamu memanggil pasangan dengan nama hewan? Benarkah hal tersebut membuat hubungan jadi langgeng?

Selain memanggil dengan sebutan ‘sayang’, ‘baby’, ‘ayang’, ‘bebeb’, kamu tentu pernah mendengar beberapa orang memanggil pasangannya dengan nama hewan. Bahkan mungkin kamu dan pasanganmu termasuk ke dalam orang-orang tersebut.

Memanggil pasangan menggunakan nama hewan sebenarnya bukan merupakan fenomena yang hanya terjadi di Indonesia. Beberapa pasangan di seluruh dunia juga melakukan hal serupa.

Alih-alih menimbulkan konflik, memanggil pasangan menggunakan nama hewan ternyata memiliki arti dan efek yang baik.  Lantas, bagaimana arti dan efek dari memanggil pasangan menggunakan nama hewan? Simak ulasan iNews.id berikut ini.

Memanggil pasangan dengan nama hewan

Dilansir dari laman Insider (20/6/2022), sebuah penelitian dari Superdrug Online Doctor menunjukkan bahwa memanggil pasangan dengan menggunakan nama hewan membuat hubungan menjadi lebih awet.

Penelitian tersebut dilakukan pada 1.000 responden di Amerika Serikat dan Eropa. Dari penelitian didapatkan bahwa 87 persen orang Amerika Serikat memakai nama hewan peliharaan sebagai panggilan kesayangan untuk pasangannya.

Tak hanya itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak menggunakan nama hewan kepada pasangannya dibandingkan dengan perempuan. Uniknya, 16 persen dari responden di Amerika Serikat mereka justru lebih bahagia dalam hubungannya.

Sedangkan di Eropa, sebanyak 9 persen orang merasa puas dengan hubungan mereka ketika menggunakan nama hewan sebagai panggilan kesayangan. Para peneliti menduga bahwa hal tersebut ada hubungannya dengan pengalaman masa kecilnya.

“Pasangan yang berbicara dengan cara ini berarti telah teringat kembali pada pengalaman mereka sendiri ketika mereka masih bayi dan pada cinta pertama mereka, yaitu ibu mereka," kata Dean Falk, seorang profesor Neuroantropologi di Florida State University.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda