Mengenal Hantavirus yang Hebohkan China, Jangan Anggap Sepele

Siska Permata Sari ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 10:41 WIB
Mengenal Hantavirus yang Hebohkan China, Jangan Anggap Sepele

Biasakan istirahat cukup agar tidak terpapar virus. (Foto: Ilustrasi AFP)

JAKARTA, iNews.id - Dunia belum usai dengan virus corona baru (Covid-19), daratan China sudah kembali dihebohkan dengan hantavirus. Hal tersebut dimulai dari kabar seorang pria asal Provinsi Yunan yang meninggal dunia karena hantavirus atau virus hanta. Apa itu?

Rupanya, hantavirus bukanlah virus baru seperti Covid-19. Sebab, infeksi hantavirus pernah menjadi wabah di Amerika Serikat pada 1993.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hantavirus adalah keluarga virus yang menyebar terutama oleh tikus dan dapat menyebabkan beragam sindrom penyakit pada manusia.

“Infeksi dengan hantavirus apa pun dapat menghasilkan penyakit hantavirus pada manusia. Hantavirus di Amerika dikenal sebagai hantavirus dan dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS),” demikian dikutip dari situs resmi CDC, Rabu (25/3/2020).

Tanda dan gejala

Berdasarkan informasi dari CDC, gejala akibat hantavirus dapat berkembang antara 1 dan 8 minggu setelah terpapar urin, kotoran, atau air liur dari tikus yang terinfeksi.

Gejala awal ditandai dengan kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada kelompok otot besar yakni paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu. Beberapa gejala lain yang mungkin juga muncul seperti pusing, kedinginan, dan masalah perut, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Gejala serius

Namun jika penanganan terlambat, empat hingga 10 hari setelah fase awal terinfeksi, pengidap hantavirus bisa merasakan batuk, sesak napas, dan merasa paru-paru dipenuhi oleh cairan. Penyakit ini juga bisa berakibat fatal dengan tingkat kematian cukup tinggi yakni 38 persen.


Editor : Tuty Ocktaviany