Mengenal Hernia Inguinalis, Benarkah Rentan Dialami oleh Bayi Prematur?

Ami Heppy S · Jumat, 23 September 2022 - 05:45:00 WIB
Mengenal Hernia Inguinalis, Benarkah Rentan Dialami oleh Bayi Prematur?
Hernia Inguinalis (Foto: UMM)

JAKARTA, iNews.id - Hernia inguinalis, benarkah rentan dialami oleh bayi prematur?  Hernia Inguinalis merupakan hernia yang sering terjadi pada bayi. 

Hernia  merupakan tonjolan atau benjolan lunak di bawah kulit yang muncul karena organ atau jaringan tubuh mendesak otot yang melemah.
Sedangkan hernia inguinalis merupakan penonjolan organ, seperti usus dan jaringan yang ada di dalam perut ke area inguinal atau selangkangan.

Hernia ini sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Akan tetapi, gejala awalnya masih jarang diketahui.

Lalu, benarkah hernia inguinalis ini rentan dialami oleh bayi prematur? Berikut penjelasannya sebagaimana telah dirangkum iNews.id dari berbagai sumber.

Hernia Inguinalis, Benarkah Rentan Dialami oleh Bayi Prematur?

Hernia inguinalis ini lebih sering dialami oleh bayi laki-laki. Meski begitu, bayi perempuan juga memiliki kemungkinan untuk mengalami kondisi ini.

Pasalnya, meskipun anak perempuan tidak memiliki testis, mereka memiliki kanalis inguinalis dan juga bisa terkena hernia. Mengutip Healthy Children, sekitar 3-5% bayi yang lahir cukup bulan mengalami kondisi ini. 

Kemudian sekitar 30 persen bayi prematur lahir dengan hernia inguinalis ini. Dengan kata lain, bayi prematur lebih rentan dialami oleh bayi yang lahir prematur.

Jika hernia inguinalis ini tidak diobati, maka bisa menyebabkan masalah yang serius. Penyebab terjadinya hernia inguinalis pada bayi laki-laki adalah karena saluran inguinalis (testis turun ke skrotum) tidak menutup sepenuhnya.

Gejala Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis paling sering terjadi pada bayi baru lahir, meski gejalanya tidak terlihat selama beberapa minggu atau bulan setelah kelahiran.

Ketika anak Anda menderita hernia inguinalis, Anda akan melihat tonjolan di bagian selangkangan atau skrotum. 
Tonjolan tersebut mungkin menjadi lebih besar saat anak Anda mengejan atau menangis. 

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda