Mengenal Istilah Seagulling, Lebih Toxic dari Ghosting?
Selain itu, ada pula faktor ketidaksiapan untuk berkomitmen. Pelaku tidak ingin kehilangan, tetapi juga tidak mau benar-benar terikat dalam hubungan yang serius.
Akibatnya, hubungan yang terjalin hanya menjadi alat pemenuhan kebutuhan emosional sepihak. Hal ini tentu membawa dampak negatif, baik bagi korban maupun pelaku.
Bagi korban, seagulling dapat menimbulkan kebingungan, rasa tidak pasti, hingga kesulitan untuk move on. Waktu dan energi emosional pun terbuang untuk hubungan yang tidak jelas arahnya.
Sementara itu, pelaku juga berisiko kehilangan kesempatan untuk menemukan pasangan yang benar-benar cocok dan membangun hubungan sehat.
Untuk menghindari jebakan seagulling, penting bagi setiap individu menetapkan batasan sejak awal. Komunikasi terbuka mengenai ekspektasi hubungan juga menjadi kunci agar tidak terjebak dalam situasi yang merugikan.
Selain itu, perhatikan konsistensi tindakan, bukan hanya kata-kata. Jangan ragu untuk mempertanyakan arah hubungan jika terasa berjalan di tempat.
Pada akhirnya, komunikasi yang jujur dan terbuka menjadi cara paling efektif untuk menghindari pola hubungan tidak sehat seperti seagulling.
Editor: Dani M Dahwilani