Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MNC Peduli Gelar Donor Darah dan Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Katarak, Kebutaan yang Dapat Disembuhkan dan Pencegahannya

Kamis, 29 Juni 2023 - 22:05:00 WIB
Mengenal Katarak, Kebutaan yang Dapat Disembuhkan dan Pencegahannya
Menjaga kesehatan mata (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penyakit katarak bagi sebagian orang masih dianggap sepele. Padahal, jika dibiarkan dampaknya sangat fatal yaitu kebutaan.

Perlu diketahui, katarak adalah penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut.

Dilansir dari yankes.kemkes.go.id, sekitar 1 miliar penduduk di seluruh dunia mengalami gangguan penglihatan berat atau kebutaan. Di Indonesia, terdapat sekitar 8 juta penduduk yang menderita gangguan penglihatan sedang hingga berat, dan 1,6 juta penduduk mengalami kebutaan.

Antara 1,7 persen hingga 4,4 persen penduduk di atas usia 50 tahun mengalami kebutaan. Lantas, bagaimana cara mencegah katarak? Berikut ulasannya dirangkum pada Kamis (29/6/2023).

Periksa mata rutin

Memeriksa mata secara rutin menjadi salah satu cara untuk mencegah katarak. Dokter akan cepat mendeteksi apabila muncul tanda-tanda mata katarak. Jika masih berada pada tahap awal dapat lebih mudah ditangani dan diobati. Sebaiknya periksa mata setiap dua tahun sekali sampai usia 50 tahun. Di atas usia 50 tahun, Anda disarankan untuk memeriksakan mata setidaknya setahun sekali.

Lindungi mata dari paparan sinar UV

Salah satu cara lain untuk mencegah katarak adalah melindungi mata dari sinar ultraviolet (UV). Sinar UV pada mata dapat meningkatkan risiko terjadinya mata katarak. Selain itu, juga membuat katarak yang sebelumnya sudah dialami menjadi makin parah. Sinar UV dapat merusak protein di lensa mata.

Penting untuk diingat, katarak tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Oleh karena itu, sebaiknya menghindari penggunaan tetes mata yang diklaim dapat menyembuhkan katarak, karena klaim tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah. 

Satu-satunya terapi yang efektif untuk katarak adalah melalui operasi. Tidak perlu takut untuk menjalani operasi katarak, karena tenaga medis dan fasilitas kesehatan telah berupaya semaksimal mungkin. Dengan perkembangan teknologi yang ada, operasi katarak kini dapat dilakukan dengan waktu pemulihan yang cepat. 

Kurangi Angka Katarak 

Dalam mengurangi angka katarak di Indonesia, ERHA, sebagai salah satu perusahaan dermatologi dan kecantikan telah mengambil langkah maju untuk menangani masalah ini. Perusahaan ini memiliki komitmen memberikan harapan dan perubahan positif bagi ribuan orang yang menderita katarak melalui program bakti sosial operasi katarak gratis yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai penjuru negeri. 

Dengan target 2.000 penerima manfaat di tahun 2023, ERHA berharap dapat memberikan bantuan signifikan kepada pasien penderita katarak untuk mendapatkan kembali penglihatan yang jernih, produktivitas, hingga kemampuan berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai salah satu wujud komitmen, pada 20-23 Juni 2023, Tim Tenaga Kesehatan ERHA dan Himpunan Bersatu Teguh mendukung (HBT) kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis di Pulau Buru, Namlea, Maluku.

Oemar Saputra selaku Head of CSR & Corporate Relation, Arya Noble Group yang menjadi Induk Usaha ERHA menuturkan, melalui program operasi katarak gratis ini, dia berharap dapat mengembalikan penglihatan yang jernih kepada pasien penderita katarak di Namlea, Maluku, sehingga mereka dapat kembali produktif dan berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan sosial. 

"Kami percaya setiap individu berhak mendapatkan kesempatan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik, terlebih lagi dalam hal kesehatan mata yang sangat penting," katanya. 

Salah satu penerima manfaat yang telah mengalami perubahan hidup secara signifikan berkat operasi katarak gratis adalah Mugiah (63), yang telah menderita katarak selama dua tahun. Mugiah mengalami keterbatasan penglihatan yang signifikan. Kedua matanya terjangkit katarak, bahkan yang sebelah kanan sudah tidak bisa melihat sama sekali. Wanita yang dulu berprofesi sebagai pedagang dan ibu rumah tangga ini mengaku mengalami banyak penurunan kualitas hidup akibat katarak. Kehidupan sehari-hari Mugiah sangat bergantung pada bantuan dari anak dan orang-orang sekelilingnya. 

Beruntung, setelah menjalani operasi, penglihatan Mugiah dapat kembali normal. Dia juga dapat menjalankan hidupnya seperti sedia kala. "Jangankan untuk keluar beraktivitas, untuk pergi ke air dan ambil minum saja saya harus menunggu anak untuk menuntun. Apalagi jika harus berjualan, padahal hasil yang saya dapatkan dulu cukup membantu perekonomian keluarga. Makanya, begitu mendengar ada operasi katarak gratis, saya sangat bersyukur dan beharap ini dapat jadi jalan keluar dari masalah katarak ini," kata Mugiah.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut