Mengenal Obat Derivat Plasma, Terapi Penyelamat Nyawa yang Kini Akan Diproduksi di Indonesia
Selain sebagian besar produk masih berasal dari luar negeri, ketersediaannya juga dipengaruhi kapasitas produksi global. Di sisi lain, tingkat diagnosis penyakit yang membutuhkan terapi berbasis plasma masih relatif rendah sehingga tidak semua pasien memperoleh pengobatan secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mulai membangun ekosistem plasma nasional agar rantai pasok terapi ini menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menggandeng perusahaan biofarmasi global Takeda untuk mengembangkan ekosistem plasma nasional. Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Takeda ditetapkan sebagai industri farmasi yang dapat menyelenggarakan fraksionasi plasma secara bertahap.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri kesehatan nasional sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pengobatan penting.
"Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif," kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).