Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 640.000 Anak di Gaza Mulai Divaksin Polio, Israel Hentikan Serangan Sementara
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Polio, Penyakit Menular yang Menyerang Otak Belum Ada Obatnya

Minggu, 24 Oktober 2021 - 11:58:00 WIB
Mengenal Polio, Penyakit Menular yang Menyerang Otak Belum Ada Obatnya
Seorang anak mendapatkan imunisasi polio. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id  - Hari polio sedunia selalu diperingati pada 24 Oktober. Adanya peringatan tersebut yakni untuk menyoroti upaya global menuju dunia bebas polio. 

Hari polio sedunia juga diperingati untuk menghormati kontribusi dari mereka yang berada di garis depan dalam perjuangan memberantas polio dari setiap sudut dunia. Melansir dari situs CDC, Minggu (24/10/2021), polio, atau poliomielitis, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini menyerang otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan kelumpuhan. 

Virus polio tersebut menyebar dari orang ke orang dan hanya menyerang manusia. Dalam hal ini, anak-anak sangat rentan terkena penyakit polio. Polio sendiri sejauh ini tidak memiliki obat, sehingga vaksinasi menjadi satu-satunya cara untuk melindungi anak-anak dan menghentikan penyebaran penyakit polio.

Penyebaran virus ini sendiri terjadi melalui rute faecal-oral yaitu melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi dari kotoran yang mengandung virus polio. Virus polio tersebut lalu masuk melalui mulut dan berkembang biak di usus. Bahayanya, virus ini dapat menyebar dengan cepat, terutama di daerah dengan sanitasi buruk.

Bagaimanakah gejala polio? Mengutip dari situs Kementerian Kesehatan, gejala-gejala polio yaitu demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher, dan nyeri pada tungkai. Satu dari 200 infeksi dapat menyebabkan kelumpuhan yang irreversible, biasanya pada tungkai. Di antara mereka yang lumpuh, 5-10 persen penderita meninggal ketika otot-otot pernapasannya berhenti bergerak.

Indonesia pun sempat menyatakan bebas polio pada 2014. Namun, pada tanggal 10 Desember 2018, Indonesia melaporkan satu kasus circulating Vaccine Derived Polio Virus (cVDPV) di Papua. Kasus mulai sakit tanggal 26 November 2018 dan mulai lumpuh tanggal 27 November 2018. 

Pemerintah lalu melakukan berbagai kegiatan penanggulangan. Mulai dari melakukan investigasi di tempat kasus untuk mencari kasus tambahan dan kontak kasus, melakukan surveilans polio lingkungan secara rutin, melakukan surveilans aktif di semua pelayanan kesehatan Provinsi Papua, dan melakukan pelaksanaan Outbreak Respond Immunization (ORI) tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya. Hingga saat ini, belum ditemukan lagi kasus polio tambahan di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut