Mengenal Polio, Penyakit Menular yang Menyerang Otak Belum Ada Obatnya
JAKARTA, iNews.id - Hari polio sedunia selalu diperingati pada 24 Oktober. Adanya peringatan tersebut yakni untuk menyoroti upaya global menuju dunia bebas polio.
Hari polio sedunia juga diperingati untuk menghormati kontribusi dari mereka yang berada di garis depan dalam perjuangan memberantas polio dari setiap sudut dunia. Melansir dari situs CDC, Minggu (24/10/2021), polio, atau poliomielitis, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini menyerang otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan kelumpuhan.
Virus polio tersebut menyebar dari orang ke orang dan hanya menyerang manusia. Dalam hal ini, anak-anak sangat rentan terkena penyakit polio. Polio sendiri sejauh ini tidak memiliki obat, sehingga vaksinasi menjadi satu-satunya cara untuk melindungi anak-anak dan menghentikan penyebaran penyakit polio.
Penyebaran virus ini sendiri terjadi melalui rute faecal-oral yaitu melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi dari kotoran yang mengandung virus polio. Virus polio tersebut lalu masuk melalui mulut dan berkembang biak di usus. Bahayanya, virus ini dapat menyebar dengan cepat, terutama di daerah dengan sanitasi buruk.
Bagaimanakah gejala polio? Mengutip dari situs Kementerian Kesehatan, gejala-gejala polio yaitu demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher, dan nyeri pada tungkai. Satu dari 200 infeksi dapat menyebabkan kelumpuhan yang irreversible, biasanya pada tungkai. Di antara mereka yang lumpuh, 5-10 persen penderita meninggal ketika otot-otot pernapasannya berhenti bergerak.
Indonesia pun sempat menyatakan bebas polio pada 2014. Namun, pada tanggal 10 Desember 2018, Indonesia melaporkan satu kasus circulating Vaccine Derived Polio Virus (cVDPV) di Papua. Kasus mulai sakit tanggal 26 November 2018 dan mulai lumpuh tanggal 27 November 2018.
Pemerintah lalu melakukan berbagai kegiatan penanggulangan. Mulai dari melakukan investigasi di tempat kasus untuk mencari kasus tambahan dan kontak kasus, melakukan surveilans polio lingkungan secara rutin, melakukan surveilans aktif di semua pelayanan kesehatan Provinsi Papua, dan melakukan pelaksanaan Outbreak Respond Immunization (ORI) tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya. Hingga saat ini, belum ditemukan lagi kasus polio tambahan di Indonesia.
Diketahui satu-satunya cara untuk mengentaskan virus polio adalah vaksinasi atau imunisasi. Imunisasi polio bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio seumur hidup, terutama pada anak-anak.
Ada 2 jenis vaksin polio, di antaranya:
Oral Polio Vaccine (OPV)
Vaksin ini diberikan secara oral. Saat ini yang tersedia di Indonesia adalah bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) yang mengandung virus Polio liar tipe 1 dan 3. bOPV merupakan peralihan dari trivalen Oral Polio Vaccine (tOPV) yang penggunaannya telah dihentikan karena WPV2 sudah tidak ditemukan di dunia. Dalam rencana program eradikasi virus Polio pada 2030, penggunaan vaksin OPV akan dibatasi dan secara bertahap akan digantikan dengan vaksin IPV.
Inactivated Polio Vaccine (IPV)
Kemudian ada Inactivated Polio Vaccine (IPV). Ini merupakan vaksin yang diberikan secara injeksi intramuscular. Vaksin ini mengandung virus tipe 1, tipe 2 dan tipe 3. Sesuai rencana program eradikasi polio, penggunaan IPV diharapkan dapat membantu percepatan pemberantasan polio di dunia.
Editor: Elvira Anna