Mengenal Ptosis, Kondisi Kelopak Mata seperti Ngantuk
Dalam beberapa kasus, ptosis juga bisa muncul sebagai efek samping setelah menjalani operasi mata tertentu. Meski jarang, penyakit atau tumor tertentu dapat memengaruhi otot kelopak mata dan memicu kondisi ini.
Gejala ptosis pada setiap orang bisa berbeda. Namun secara umum, tanda yang sering muncul adalah kelopak mata terlihat turun, penglihatan terasa terhalang, mata mudah lelah, dan sering mengernyitkan dahi untuk membantu melihat lebih jelas. Pada anak-anak, ptosis yang tidak ditangani berisiko menyebabkan mata malas atau ambliopia.
Penanganan ptosis bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pada kasus ringan tanpa gangguan penglihatan, dokter biasanya hanya melakukan observasi. Jika disebabkan oleh penyakit tertentu, pengobatan medis akan disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.
Sementara itu, operasi ptosis dapat menjadi pilihan bila kondisi ini sudah mengganggu penglihatan atau mengganggu secara estetika. Dokter mata akan menyesuaikan tindakan operasi untuk membantu otot kelopak mata bekerja lebih optimal.
Selain operasi, saat ini juga tersedia obat tetes mata resep untuk sebagian orang dewasa dengan ptosis yang didapat. Tetes mata ini bekerja dengan menargetkan otot pengangkat kelopak mata sehingga kelopak mata dapat terbuka lebih lebar. Namun, obat ini perlu digunakan setiap hari agar hasilnya tetap efektif.
Editor: Dani M Dahwilani