Mengenal Sindrom Williams yang Diderita Anak Dede Sunandar

Siska Permata Sari ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 06:25 WIB
Mengenal Sindrom Williams yang Diderita Anak Dede Sunandar

Dede Sunandar. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Pelawak Dede Sunandar memang tidak pernah menyangka jika anak keduanya, Ladzan Syafiq Sunandar menderita penyakit langka. Penyakit yang diderita itu adalah Williams Syndrome yang mengharuskan putra kecilnya itu menjalani beberapa proses operasi.

Dede menjelaskan bahwa proses pengobatan harus melewati empat tahapan operasi. Setiap tahapnya dilalui dengan jenjang umur yang berbeda hingga pada usia di atas 20 tahun.

"Operasi pertama tahapannya satu hingga tiga tahun, yang kedua tujuh tahun, selanjutnya 13 tahun dan terakhir 23 tahun. Sekarang anak Dede usianya satu tahun empat bulan. Jadi, kami lagi nunggu antrean untuk operasi dibantu BPJS," tuturnya, seperti yang pernah diberitakan iNews.id sebelumnya.

Namun sebenarnya, apa itu Williams Syndrome?

Williams Syndrome atau Sindrom Williams merupakan gangguan perkembangan yang menyerang banyak bagian tubuh. Sindrom ini ditandai dengan kecacatan intelektual ringan atau masalah belajar, karakteristik kepribadian yang unik, fitur wajah yang berbeda, dan masalah jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

"Orang dengan sindrom Williams biasanya mengalami kesulitan dengan tugas visual-spasial seperti menggambar dan menyusun puzzle, tetapi mereka cenderung melakukan tugas-tugas yang melibatkan bahasa lisan, musik, dan belajar dengan pengulangan atau menghafal," demikian seperti dikutip dari Genetics Home Reference National Institutes of Health (NIH) US, Senin (12/8/2019).

Gejalanya orang dengan sindrom Williams dapat ditandai dengan ciri-ciri wajah seperti dahi yang lebar, hidung pendek dengan ujung lebar, pipi penuh, dan mulut yang lebar. Pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, wajah tampak lebih panjang dan lebih kurus.

Selain ciri fisik, orang dengan sindrom ini juga memiliki potensi terkena penyakit kardiovaskular yang disebut supravalvular aortic stenosis (SVAS). Adalah penyempitan pembuluh darah besar yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Jika kondisi ini tidak diobati, penyempitan aorta dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, dan gagal jantung. Masalah lain dengan jantung dan pembuluh darah, termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Selain itu, gejala tambahan dari sindrom Williams termasuk kelainan jaringan ikat seperti masalah persendian. Orang yang terkena sindrom ini mungkin juga mengalami peningkatan kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia) pada masa bayi, keterlambatan perkembangan, masalah dengan koordinasi, dan perawakan pendek.

Lalu apa penyebabnya? Sindrom Williams oleh penghapusan bahan genetik dari wilayah spesifik kromosom 7. Wilayah yang dihapus mencakup gen 26 hingga 28, dan para peneliti percaya bahwa hilangnya beberapa gen tersebut kemungkinan berkontribusi pada fitur karakteristik sindrom ini.


Editor : Tuty Ocktaviany