Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu Stevia dan Benarkah Lebih Sehat dari Gula Putih?
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Sukralosa dan Neotam, Pemanis Buatan yang Viral gegara Kasus Stevia Lokal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:05:00 WIB
Mengenal Sukralosa dan Neotam, Pemanis Buatan yang Viral gegara Kasus Stevia Lokal
Sukralosa dan Neotam si pemanis buatan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Meski sama-sama termasuk pemanis buatan, sukralosa dan neotam memiliki karakteristik berbeda, terutama dari sisi tingkat kemanisan dan jumlah penggunaannya dalam produk pangan.

Apakah Sukralosa dan Neotam Berbahaya bagi Kesehatan?

Penggunaan pemanis buatan tidak serta-merta berarti produk pangan berbahaya. Keamanan suatu bahan tambahan pangan ditentukan melalui evaluasi ilmiah, termasuk jenis bahan, jumlah yang digunakan, kategori pangan, serta total paparan yang diterima tubuh.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) pada Februari 2026 menyimpulkan sukralosa masih aman bagi konsumen untuk penggunaan yang saat ini telah diizinkan. EFSA mempertahankan batas asupan harian yang dapat diterima atau Acceptable Daily Intake (ADI) sebesar 15 miligram per kilogram berat badan per hari.

Namun, EFSA belum dapat memastikan keamanan penggunaan sukralosa untuk perluasan kategori produk pangan di luar penggunaan yang telah diizinkan.

Sementara itu, dalam evaluasi ulang yang diterbitkan pada 2025, EFSA menetapkan ADI neotam sebesar 10 miligram per kilogram berat badan per hari. Evaluasi tersebut menyimpulkan tidak terdapat kekhawatiran keamanan pada penggunaan neotam sesuai kadar dan ketentuan yang saat ini diizinkan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut