Mengenal Sukralosa dan Neotam, Pemanis Buatan yang Viral gegara Kasus Stevia Lokal
Meski sama-sama termasuk pemanis buatan, sukralosa dan neotam memiliki karakteristik berbeda, terutama dari sisi tingkat kemanisan dan jumlah penggunaannya dalam produk pangan.
Penggunaan pemanis buatan tidak serta-merta berarti produk pangan berbahaya. Keamanan suatu bahan tambahan pangan ditentukan melalui evaluasi ilmiah, termasuk jenis bahan, jumlah yang digunakan, kategori pangan, serta total paparan yang diterima tubuh.
Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) pada Februari 2026 menyimpulkan sukralosa masih aman bagi konsumen untuk penggunaan yang saat ini telah diizinkan. EFSA mempertahankan batas asupan harian yang dapat diterima atau Acceptable Daily Intake (ADI) sebesar 15 miligram per kilogram berat badan per hari.
Namun, EFSA belum dapat memastikan keamanan penggunaan sukralosa untuk perluasan kategori produk pangan di luar penggunaan yang telah diizinkan.
Sementara itu, dalam evaluasi ulang yang diterbitkan pada 2025, EFSA menetapkan ADI neotam sebesar 10 miligram per kilogram berat badan per hari. Evaluasi tersebut menyimpulkan tidak terdapat kekhawatiran keamanan pada penggunaan neotam sesuai kadar dan ketentuan yang saat ini diizinkan.