Menkes Budi Sebut Lebih dari 50 Persen Anak dengan Gangguan Ginjal Akut Meninggal Dunia
JAKARTA, iNews.id - Indonesia sedang dihebohkan dengan kasus gangguan ginjal akut pada anak. Kasus ini terus berkembang dengan lebih dari 200 anak yang menderita penyakit misterius tersebut.
Terkait hal ini, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sudah lebih dari 50 persen kasus anak gangguan ginjal akut, dinyatakan meninggal dunia.
Dia menjelaskan, dari adanya 241 kasus, sekitar 133 anak meninggal dunia. Namun untuk penyebabnya, masih belum dapat dipastikan karena masih diselidiki.
"Lanjutan dari dua hari yang lalu, update mengenai kasus ginjal akut sampai sekarang sudah mengidentifikasi ada 241 kasus gangguan akut atau AKI, dengan 133 kematian, dan ini terjadi peningkatan sejak Agustus," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Pers Update Gangguan Ginjal Akut Anak di Indonesia di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (21/10/2022)
Apa Penyebab Gangguan Ginjal Akut yang Menyerang Anak-anak di Indonesia? Ini Penjelasannya
"Sehingga, lebih dari 50 persen meninggal dunia," ujar dia.
Sementara itu, jumlah kasus anak meninggal dunia, menurut Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), ada sekitar 63 persen dari jumlah 49 kasus yang ada. Hal tersebut disampaikan oleh direktur utama RSCM dr Lies.
Kabar Baik, Menkes Budi Sebut Sudah Ada Obat Penawar untuk Gangguan Ginjal Akut
Dalam penjelasannya, 63 persen atau 31 kasus dilaporkan meninggal dunia dan dinyatakan sembuh ada 7 kasus. "Ada 49 (di RSCM) anak gagal ginjal akut, 11 dirawat, 10 picu, 1 UGD, 31 meninggal dan tujuh sembuh," kata dr Lies Liastuti, Sp. JP(K), MARS, FIBA, Direktur Utama RSCM dalam Press Conference di Jakarta, Kamis (20/10/2022)
Sejauh ini, gangguan ginjal akut pada anak di Indonesia diduga disebabkan oleh obat sirup yang mengandung bahan-bahan tertentu. Kedua kandungan tersebut yakni etilen glikol dan dietilen glikol.
Editor: Siska Permata Sari