Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Respons Isu Penggelembungan Harga Alkes Hemodialisis di RSUD Krui: Hoaks!
Advertisement . Scroll to see content

Miris! Hampir 90% Pasien Hemodialisis Mulai Cuci Darah dalam Kondisi Darurat

Jumat, 18 September 2026 - 10:21:00 WIB
Miris! Hampir 90% Pasien Hemodialisis Mulai Cuci Darah dalam Kondisi Darurat
Ilustrasi pasien cuci darah. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hampir 90 persen pasien dialisis yang disurvei Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) memulai hemodialisis (HD) dalam kondisi darurat. Kondisi ini menjadi perhatian karena persiapan akses vaskular idealnya dilakukan sebelum pasien membutuhkan cuci darah.

Temuan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) KPCDI dalam rangka memperingati World Patient Safety Day 2026 bertema 'Tata Laksana Akses Vaskular yang Tepat sebagai Kunci Keselamatan Pasien Dialisis - Patient Safety from the Start'.

Berdasarkan survei KPCDI, sekitar 70 persen pasien menggunakan kateter double-lumen sebagai akses awal ketika menjalani hemodialisis. Sementara itu, hanya 3,6 persen yang memulai dialisis dengan arteriovenous (AV) fistula atau Cimino.

Ketua Umum KPCDI Tony Samosir. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum KPCDI Tony Samosir. (Foto: Istimewa)

Ketua Umum KPCDI Tony Samosir mengatakan tingginya pasien yang memulai dialisis dalam kondisi darurat menunjukkan persoalan keselamatan pasien dapat terjadi bahkan sebelum sesi hemodialisis pertama dimulai.

"Kalau hampir 90 persen pasien memulai cuci darah dalam kondisi darurat, maka persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana memasang kateter atau membuat Cimino. Kita harus bertanya lebih jauh: mengapa pasien tiba di titik itu tanpa persiapan yang cukup?" kata Tony, Kamis (17/9/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut