Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Respons Isu Penggelembungan Harga Alkes Hemodialisis di RSUD Krui: Hoaks!
Advertisement . Scroll to see content

Miris! Hampir 90% Pasien Hemodialisis Mulai Cuci Darah dalam Kondisi Darurat

Jumat, 18 September 2026 - 10:21:00 WIB
Miris! Hampir 90% Pasien Hemodialisis Mulai Cuci Darah dalam Kondisi Darurat
Ilustrasi pasien cuci darah. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut dia, keselamatan pasien dialisis seharusnya sudah dimulai ketika pasien masih berada pada tahap penyakit ginjal kronis dan masih memiliki waktu untuk memahami kondisinya.

Pada tahap tersebut, pasien dapat memperoleh edukasi mengenai pilihan terapi, mempersiapkan akses vaskular, serta mengambil keputusan bersama dokter dan keluarga.

"Keselamatan pasien dialisis tidak dimulai ketika mesin HD dinyalakan. Keselamatan dimulai jauh sebelumnya, ketika pasien masih punya kesempatan untuk dipersiapkan agar tidak masuk ruang dialisis dalam keadaan darurat," tegasnya.

Persiapan Akses Vaskular Dinilai Penting

Tingginya penggunaan kateter sebagai akses awal turut menjadi perhatian dalam forum tersebut. Dari perspektif bedah vaskular, dr. Akhmadu Muradi, Sp.B, Subsp.BVE (K) selaku Sekretaris Jenderal Perhimpunan Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI) menjelaskan, kateter double-lumen memang memiliki tempat dalam kondisi klinis tertentu, terutama keadaan darurat.

Namun, penggunaan yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko komplikasi.

"Kateter mungkin menjadi jalan keluar ketika pasien datang dalam keadaan darurat, tetapi tidak boleh menjadi solusi yang dibiarkan terlalu lama. Semakin panjang penggunaannya, semakin besar risiko komplikasi yang harus dihadapi pasien," jelas dr Akhmadu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut