Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jerawat Kerap Muncul Jelang Haid, Ini Cara Mengatasinya
Advertisement . Scroll to see content

Miris! Iseng Pencet Jerawat Berujung Meninggal Dunia, Ini Faktanya

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:30:00 WIB
Miris! Iseng Pencet Jerawat Berujung Meninggal Dunia, Ini Faktanya
Kisah viral pencet jerawat berujung meninggal dunia. (Foto: Ilustrasi AI, TikTok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial kisah seorang istri mengaku sangat menyesal karena merasa menjadi penyebab suaminya meninggal dunia. Semuanya gegara iseng memencet jerawat

Akun TikTok @burhansyfq1 mendadak jadi sorotan publik gegara menceritakan pengalaman menyedihkan sekaligus miris. Berawal dari iseng pencet jerawat, seorang suami meninggal dunia. 

"Ternyata yang sudah membunuh suamiku tanganku sendiri. Awalnya isengin suami tapi berujung pergi selamanya," tulis si netizen, dikutip Rabu (21/1/2026). 

Setelah jerawat di bagian hidung dipencet, ternyata reaksinya tidak kunjung membaik bahkan sampai membuat badan demam dan lemas. Kepala sang suami juga dilaporkan pusing. 

Tahu kalau suaminya demam tinggi, si istri memberikan obat penurun demam. Tapi, obat sudah masuk ke tubuh namun demam tak kunjung reda.

Hal lain yang diamati sang istri adalah hidung suaminya bengkak dan memerah. Tak sampai di situ, si suami mengeluh pusing yang menjalar hingga ke bagian belakang kepala. 

Karena tidak juga sembuh, si istri membawa suaminya ke rumah sakit. Setelah pemeriksaan lengkap, diketahui kalau ada darah yang membeku di area hidung. Karena itu juga, si suami perlu dirawat intensif di rumah sakit. 

Setelah dirawat seminggu di rumah sakit, dokter memberitahu kalau kondisi suami si netizen semakin buruk akibat adanya pendarahan hebat sampai ke pembuluh darah di otak. Operasi pun dilakukan. 

Dua hari setelah operasi, suami si netizen dinyatakan meninggal dunia. Pengalaman ini yang membuat dia menyalahkan diri sendiri, bahwa gegara dia suaminya meninggal dunia.

Menjadi pertanyaan sekarang, apakah bisa memencet jerawat di hidung menyebabkan kematian? Simak beritanya sampai selesai.

Penjelasan Medis Bahaya Pencet Jerawat di Area Hidung

Usai cerita si netizen viral di media sosial, beberapa praktisi kesehatan memberi tanggapan atas kejadian ini. Salah satunya adalah Dokter Spesialis THT Bedah Kepala dan Leher, Konsultan Fasial Plastik dan Rekonstruksi THT dr Al Hafiz, Sp.THT-BKL, Subsp.FPR (K). 

Dokter Hafiz menjelaskan bahwa normalnya pembuluh darah punya 'katup' supaya aliran darah hanya satu arah. Nah, di sekitar hidung dan mata, pembuluh darah ini tidak punya katup, sehingga aliran darah bisa bolak-balik. 

"Kalau ada infeksi di hidung, jerawat bernanah di sekitar hidung atau bibir atas, kuman bisa ikut terbawa aliran darah yang berbalik arah menuju bagian dalam kepala, tepatnya ke area pembuluh darah besar di dekat otak (sinus kavernosus)," kata dr Al Hafiz.

"Itulah sebabnya infeksi di sekitar hidung tidak boleh dianggap sepele. Jerawat di segitiga berbahaya wajah tidak boleh dipencet sembarangan, karena infeksi bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kondisi berat seperti radang selaput otak atau pembekuan pembuluh darah di kepala," tambah dr Al Hafiz. 

Selain itu, Dokter Spesialis Bedah Saraf dr Rhonaz Putra Agung menjelaskan bahwa sejatinya sang istri dalam cerita ini tidak usah merasa bersalah sepenuhnya. Sebab, masalah yang dialami suaminya iyu tidak hanya diakibatkan dari memencet jerawat di area hidung. 

"Cuma mau kasih tahu, ini bukan kesalahan kakaknya. Pendarahan otak bukan akibat jerawatnya dipencet, tapi kemungkinan underlying disease penyakit hipertensi yang diderita pasien atau ada kelainan pembuluh darah seperti aneurisma dan AVN," kata dr Rhonaz.

"Jadi, jangan terbebani dengan rasa bersalahnya, kak. Please tag kakaknya, kasiha dihantui perasaan bersalah seumur hidup," tambah dr Rhonaz.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut