Mual dan Muntah Disertai Urin Berwarna Seperti Teh? Segera ke Rumah Sakit

Muhammad Sukardi ยท Selasa, 17 Mei 2022 - 18:56:00 WIB
Mual dan Muntah Disertai Urin Berwarna Seperti Teh? Segera ke Rumah Sakit
Ilustrasi kondisi mual. (Foto: healthnewswire)

JAKARTA, iNews.id - Kondisi mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan sering dianggap bukan sesuatu yang perlu diwaspadai. Padahal hal tersebut bisa jadi suatu tanda penyakit serius. 

Apalagi jika gejala berlanjut ke warna urin keruh seperti teh, berat badan terus turun, demam, disertai warna feses pucat, atau sampai kulit dan bola mata berwarna kuning, Anda perlu waspada hepatitis akut misterius. 

Ya, gejala-gejala tersebut merupakan tanda gejala hepatitis akut misterius. Karena itu, jika mengalami kondisi tersebut sangat disarankan agar segera mendatangi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. 

"Jangan anggap mual muntah tapi ada kehilangan nafsu makan cuma dianggap masuk angin. Kalau kondisi memburuk, itu bisa saja penyakit yang lebih serius termasuk hepatitis akut misterius," ujar Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Pelayanan Sosial DPD Partai Perindo Deni Rahman dalam Podcast Aksi Nyata bertajuk 'Kasus Hepatitis Akut Terus Meningkat, Waspada dan Cegah!' di Youtube Partai Perindo, Selasa (17/5/2022). 

Sebab itu, Deni amat menyarankan kepada masyarakat untuk segera datangi Rumah Sakit jika mengalami gejala-gejala tersebut. "Pertolongan yang diberikan dokter di rumah sakit tentu yang terbaik dan ini bisa membantu Anda mencapai kesembuhan, karena hepatitis akut misterius bisa sembuh," ujarnya. 

Nah, pada anak-anak, kata Deni, ada tambahan gejala yang perlu diperhatikan yaitu kejang-kejang dan kehilangan kesadaran. Ini menandakan bahwa kondisi tubuh semakin menurun dan jika dibiarkan bisa berakibat fatal.

Ya, Deni menjelaskan kalau secara umum hepatitis yang terabaikan atau tidak ditangani dengan benar akan berujung pada kanker hati hingga kematian. 

"Hepatitis itu pada umumnya membuat peradangan pada hati. Hati yang radang tapi dibiarkan begitu saja akan membuat hati rusak dan pada akhirnya bisa menyebabkan kanker. Dampak terburuknya, ya, kematian," katanya lagi. 

Di sisi lain, Deni berharap investigasi yang tengah dilakukan Kementerian Kesehatan segera menemui titik terang terkait penyebab hepatitis akut misterius ini. Sebab, jika penyebab sudah ditemukan, pencegahan dan penanganan bisa lebih optimal lagi. 

"Selagi investigasi berjalan, masyarakat diharapkan untuk ikut bersama-sama mencegah penyakit ini dengan pola hidup bersih dan sehat. Ini kunci utama sekali dari pencegahan penyakit, termasuk hepatitis akut misterius," ujarnya. 

"Kita sebagai anak muda harus bisa bersama-sama mencegah penyakit ini terus menyebar di masyarakat dengan menjalankan protokol kesehatan dan saling menjaga serta saling mengingatkan," tutur Deni.

Editor : Dyah Ayu Pamela

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda