Ngeri! Tabung Diduga Berisi Bakteri Pes Pecah di Lab Rusia, Pekerjanya Meninggal Dunia
SIBERIA, iNews.id — Kabar mengejutkan datang dari Siberia, Rusia. Seorang pekerja laboratorium dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya diduga mengalami kecelakaan saat menangani material biologis yang berkaitan dengan bakteri penyebab pes.
Kematian tersebut kemudian memicu kekhawatiran hingga hampir 200 orang harus menjalani pemantauan dan isolasi. Insiden ini pun viral di media sosial dan memicu kekhawatiran dunia.
Pekerja tersebut diketahui bernama Daria Shipilova, seorang teknisi di Irkutsk Anti-Plague Research Institute. Ia dilaporkan mengalami sakit parah setelah insiden yang terjadi pada 25 September 2026.
Sejumlah laporan media Rusia menyebut Shipilova diduga memecahkan tabung yang berisi patogen Yersinia pestis, bakteri penyebab penyakit pes. Namun, informasi mengenai pecahnya tabung tersebut hingga kini belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas kesehatan Rusia.
Beberapa hari setelah dugaan insiden itu, kondisi Shipilova memburuk. Ia kemudian dirawat di rumah sakit di Shelekhov dengan pneumonia berat dan dilaporkan membutuhkan bantuan ventilator.
Pada 1 Oktober, rumah sakit mulai memberlakukan pembatasan terhadap layanan rawat inap. Langkah itu dilakukan di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan infeksi yang disebut sebagai penyakit berbahaya.
Situasi semakin serius setelah Shipilova meninggal dunia pada dini hari 2 Oktober.
Kematian pekerja laboratorium tersebut kemudian memicu langkah pencegahan terhadap orang-orang yang diduga melakukan kontak dengannya. Hampir 200 orang dilaporkan masuk dalam pemantauan medis, meski pada saat itu mereka tidak menunjukkan gejala dan hasil pemeriksaan yang dilaporkan negatif.
Gubernur Irkutsk Igor Kobzev juga menggelar komisi darurat bersama Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova. Dalam keterangannya, Kobzev menyebut situasi tersebut berkaitan dengan dugaan infeksi yang tergolong sangat berbahaya.
Sementara itu, muncul perbedaan informasi mengenai penyebab kematian Shipilova. Kepala Republik Buryatia Alexei Tsydenov sempat menyebut penyakit tersebut sebagai pes sebelum kemudian mengubah pernyataannya menjadi kemungkinan pes.
Di sisi lain, Rospotrebnadzor menyatakan diagnosis yang tercatat adalah pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Otoritas tersebut juga membantah adanya kecelakaan yang melibatkan mikroorganisme patogen di institut tempat Shipilova bekerja.
Perbedaan informasi inilah yang kemudian membuat kasus tersebut menjadi sorotan. Di tengah langkah karantina dan pemantauan terhadap ratusan orang, pemerintah Rusia belum secara resmi menyatakan bahwa telah terjadi wabah pes.
Hingga kini, dugaan bahwa Shipilova terinfeksi Yersinia pestis masih menjadi bagian dari laporan yang belum mendapatkan konfirmasi resmi.
Editor: Muhammad Sukardi