Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ramai Tren Minum Oatmilk Pengganti Susu, Menkes Peringatkan Kandungan Gulanya Tinggi! 
Advertisement . Scroll to see content

Oatmilk Lebih Tinggi Kandungan Gula Dibanding Susu Sapi, Ini Penjelasan Menkes

Minggu, 03 Mei 2026 - 02:45:00 WIB
Oatmilk Lebih Tinggi Kandungan Gula Dibanding Susu Sapi, Ini Penjelasan Menkes
Menkes menyebut oatmilk tidak selalu lebih sehat dibandingkan susu sapi, terutama dari sisi kandungan gula. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tren konsumsi oatmilk yang kian populer di masyarakat. Dia mengingatkan, minuman berbasis nabati tersebut tidak selalu lebih sehat dibandingkan susu sapi, terutama dari sisi kandungan gula.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, dia menjelaskan bahwa oatmilk berasal dari pati gandum. Kandungan ini secara alami memiliki kadar gula yang lebih tinggi dibandingkan susu sapi murni.

“Oatmilk itu dibuat dari sari pati gandum yang kadar gulanya jauh lebih tinggi dari susu sapi murni,” ujar Budi, dikutip Jumat (1/5/2026).

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan label “vegan” atau “plant-based” yang kerap dianggap identik dengan sehat. Menurut dia, pemahaman tersebut perlu dilihat lebih dalam dengan memperhatikan kandungan nutrisi di dalamnya.

“Makanya jangan suka ketipu sama embel-embel vegan atau planet based,” katanya.

Fenomena penggunaan oatmilk juga semakin meluas, terutama sebagai campuran minuman seperti kopi. Namun, dia menilai kebiasaan tersebut justru bisa meningkatkan asupan gula, terlebih jika ditambah sirup atau pemanis lainnya.

“Apalagi kalau kita minum kopi, barista itu suka nambahin segala macam sirup yang di-pump pump begitu kan? Enak sih, tapi bukannya makin sehat, malah makin numpuk gula dan kalorinya di badan kita,” ujar Menkes Budi.

Dia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilih asupan harian. Menurut dia, mengikuti tren tanpa memahami kandungan gizi justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

“Oleh karena itu, kita harus mulai lebih kritis terhadap apa yang kita konsumsi, jangan hanya sekadar ikut-ikutan tren yang terlihat sehat. Percuma saja kalian mengeluarkan uang lebih banyak untuk opsi substitusi jika racikannya tetap tinggi kalori,” ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut