Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 8 Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Ternyata Rahasianya Ada di Kebiasaan Sehari-hari!
Advertisement . Scroll to see content

Oktober, Jangan Lupa Minum Obat Pencegah Kaki Gajah 1 Kali Setahun

Minggu, 30 September 2018 - 19:41:00 WIB
Oktober, Jangan Lupa Minum Obat Pencegah Kaki Gajah 1 Kali Setahun
Konsultasi dengan dokter. (Foto: Hellosehat)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Oktober sudah di depan mata. Seluruh penduduk yang berusia dua hingga 70 tahun, serta tinggal di wilayah endemis penyakit kaki gajah atau finaliasis harus meminum obat pencegahan.

Obat pencegahan ini diberikan dalam program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis sebanyak satu dosis setiap tahun selama lima tahun berturut-turut. Seperti diketahui, Oktober diperingati sebagai bulan eliminasi penyakit kaki gajah.

“Hingga saat ini, hanya ada enam provinsi yang bukan daerah endemis filariasis di Indonesia, yaitu Provinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat,” tutur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2TVZ) Kemenkes RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Filariasis atau lebih dikenal dengan sebutan penyakit kaki gajah, masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Baik anak-anak maupun dewasa, pria maupun wanita, semua bisa tertular penyakit kaki gajah.

Filariasis ditularkan dengan perantaraan nyamuk sebagai vektornya. Berbeda dengan penyakit DBD atau malaria yang hanya ditularkan oleh satu jenis nyamuk tertentu, penyakit filariasis dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk.

Pada kesempatan tersebut, dr. Jane menegaskan karena semua jenis nyamuk bisa menularkan penyakit kaki gajah, maka pencegahan yang perlu dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk, menghindari gigitan nyamuk, dan minum obat pencegah kaki gajah yang telah disediakan pemerintah, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dengan tanpa biaya.

“Sarang nyamuk harus bersih, rajin gunakan repelant, tidur pakai kelambu, usahakan kalau bepergian jangan sampai digigit nyamuk, dan jangan lupa minum obat yang telah disediakan pemerintah secara gratis,” kata dr. Jane.

Kegiatan minum obat pencegahan penyakit kaki gajah disebut Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis yang tujuannya menurunkan microfilaria rate di wilayah endemis. Dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, sebanyak 236 Kabupaten/Kota yang tersebar di 28 provinsi masih merupakan daerah yang endemis filariasis.

“Tahun ini, sebanyak 131 Kabupaten/Kota masih harus minum obat. Tidak serentak, karena ada Kabupaten/Kota yang tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan, bahkan ada yang di tahun kelima (terakhir) pelaksanaan,” kata dr. Jane.

Dijelaskan dr. Jane bahwa POPM harus dilaksanakan selama lima tahun berturut-turut. Sebanyak 105 Kabupaten/Kota lainnya sudah berhasil menyelesaikan POPM selama lima tahun dan masuk dalam tahapan selanjutnya, yakni surveilans pasca-POPM. Kementerian Kesehatan mencatat, data per 25 September 2018 sebanyak 31 Kabupaten/Kota telah berhasil mengeliminasi filariasis di wilayahnya.

Obat pencegah penyakit kaki gajah yang diberikan pada POPM, terdiri dari kombinasi tablet Diethylcarbamazine (DEC) 100 mg dan tablet Albendazole 400 mg. Adapun dosisnya untuk usia dua hingga lima tahun adalah satu tablet DEC dan satu tablet Albendazole (usia 6-14 tahun mendapat dua tablet DEC dan satu tablet Albendazole), dan bagi yang berusia di atas 14 tahun mendapat tiga tablet DEC dan satu tablet Albendazole.

“Selain membunuh cacing filaria, obat ini mampu membunuh cacing lainnya. Sehingga dengan minum obat justru kita mendapat manfaat ganda karena selain mencegah filaria, juga mencegah kecacingan. Yang perlu diperhatikan adalah obat diminum sesudah makan, dan dianjurkan diminum di depan petugas kesehatan,” ucapnya.

Kementerian kesehatan sangat mengharapkan agar semua pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung dan mengupayakan agar jangan sampai ada masyarakat yang terlewat atau menolak untuk tidak minum obat pencegah kaki gajah. Pengobatan ini dinilai sangat aman. Meski jarang terjadi, namun terkadang muncul reaksi pascapengobatan seperti sakit kepala, demam, mual/muntah, atau mudah mengantuk, yang berlangsung selama tiga hari dan dapat sembuh tanpa diobati. Namun, bila ada keluhan lain yang terjadi, segara hubungi tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat.

“POPM ini sangat penting untuk dilaksanakan oleh setiap orang di wilayah sasaran, karena POPM bersifat perlindungan bagi perorangan,” kata dia.

Seorang ahli parasitologi, Prof. Dr. Dra. Tania Supali menegaskan bahwa program POPM yang dilakukan selama lima tahun berturut-turut sangat bermanfaat karena menghindarkan masyarakat dari dua penyakit sekaligus, yakni mencegah penyakit kaki gajah dan menurunkan infeksi cacing usus yang berperan dalam kejadian kurang gizi dan stunting pada anak, juga kejadian anemia pada remaja.

“Kalau obatnya benar-benar diminum secara benar, penyakit kaki gajah pasti berkurang, pasti hilang. Tantangan eliminasi paling besar justru di kota-kota besar karena di samping penduduknya lebih banyak juga dibandingkan masyarakat di pedesaan, lebih cenderung kurang patuh meminum obat,” kata dia, dikutip dari situs Kementerian Kesehatan.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut