Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengejutkan! Sinar Matahari Bisa Percepat Katarak, Ini Faktanya
Advertisement . Scroll to see content

Operasi Katarak dengan Laser Lebih Aman dan Nyaman? Ini Kata Dokter Mata

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:15:00 WIB
Operasi Katarak dengan Laser Lebih Aman dan Nyaman? Ini Kata Dokter Mata
Pemeriksaan sebelum operasi katarak. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Perkembangan teknologi kesehatan mata membuat operasi katarak kini semakin modern dan presisi. Jika dulu operasi katarak hanya dipahami sebagai tindakan mengangkat lensa mata yang keruh, kini prosedur tersebut berkembang menjadi bagian dari perencanaan kualitas penglihatan yang lebih menyeluruh.

Dijelaskan Dokter Spesialis Mata JEC dr Nina Asrini Noor, Sp.M, teknologi Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS) kini menjadi salah satu pilihan utama dalam operasi katarak modern karena memiliki tingkat presisi lebih tinggi dibanding metode manual.

"(Untuk) Kami, sebenarnya first choice-nya adalah dengan laser assisted, karena presisinya tinggi," ujar dr Nina dalam acara Smart Business Lunch 2026 yang diselenggarakan di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Menurut dr Nina, teknologi laser memungkinkan dokter melakukan tindakan lebih akurat karena dibantu sistem pencitraan optik dan komputer. Teknologi ini membantu beberapa tahapan penting operasi katarak, mulai dari pembuatan sayatan kornea, pembukaan kapsul lensa, hingga pemecahan lensa keruh sebelum diganti dengan lensa tanam atau intraocular lens (IOL).

Dokter Mata dr Nina Asrini Noor, Sp.M. (Foto: Istimewa)
Dokter Mata dr Nina Asrini Noor, Sp.M. (Foto: Istimewa)

"Presisi inilah yang menjadi salah satu nilai penting FLACS, terutama ketika operasi katarak tidak hanya bertujuan menghilangkan kekeruhan lensa, tetapi juga mengoptimalkan penglihatan setelah tindakan," jelas Head of Research and Medical Training Division JEC Group itu.

Dokter Nina mengatakan, perkembangan teknologi operasi katarak saat ini juga membuat dokter dapat menyesuaikan tindakan berdasarkan kondisi mata dan kebutuhan visual masing-masing pasien. Karena itu, pemilihan lensa tanam tidak bisa disamaratakan.

"Lensa itu tidak berarti one for everyone. Jadi benar-benar harus dicocokkan dengan kondisi mata masing-masing," katanya.

Dia menambahkan, kebutuhan penglihatan setiap orang kini semakin beragam. Pasien yang aktif bekerja di depan laptop, sering menggunakan gawai, atau banyak berkendara tentu membutuhkan kualitas penglihatan yang berbeda.

Karena itu, konsultasi dan pemeriksaan mata menyeluruh menjadi langkah penting sebelum operasi dilakukan. Melalui pemeriksaan diagnostik modern, dokter dapat menentukan jenis lensa dan metode operasi yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

Seiring perkembangan teknologi, pilihan lensa tanam di rumah sakit mata kini juga semakin beragam. Salah satunya adalah lensa monofokal yang membantu penglihatan pada satu titik fokus, biasanya jarak jauh. Namun pasien tetap mungkin membutuhkan kacamata untuk membaca atau melihat dekat.

Selain itu, tersedia pula lensa multifokal yang dirancang membantu penglihatan jarak jauh, menengah, hingga dekat sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada kacamata untuk aktivitas sehari-hari.

Ada juga lensa Extended Depth of Focus (EDOF) yang membantu memperluas rentang fokus penglihatan, terutama untuk aktivitas modern seperti bekerja dengan layar komputer atau melihat dashboard kendaraan.

Sementara bagi pasien dengan mata silinder atau astigmatisme, tersedia lensa toric yang dapat membantu mengoreksi silinder bersamaan dengan operasi katarak.

Dokter Nina menilai, kemajuan teknologi medis dalam satu dekade terakhir telah membuka peluang baru bagi pasien katarak untuk mendapatkan kualitas penglihatan yang lebih baik dan sesuai gaya hidup mereka.

"Dulu, operasi katarak sering dipahami sebatas mengangkat lensa yang keruh. Kini, dengan teknologi modern seperti FLACS dan pilihan lensa tanam yang semakin beragam, pasien tidak hanya dibantu untuk melihat kembali, tetapi juga untuk mendapatkan kualitas penglihatan yang lebih sesuai dengan aktivitas dan gaya hidupnya," tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa penggunaan teknologi laser membantu mengurangi energi tindakan pada mata, sehingga prosedur menjadi lebih nyaman dan minim risiko dibanding operasi manual.

"Kalau dengan yang manual, risikonya jauh lebih besar. Luka lebih besar, ada jahitan, jahitan bisa lepas, dan sebagainya," jelasnya lagi.

Karena itu, dr Nina berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan mata sejak dini agar katarak bisa ditangani lebih cepat sebelum kondisinya semakin berat.

"Kami harapkan awareness lebih baik, sehingga pemeriksaan lebih dini, kalau diperlukan intervensi ya intervensi lebih dini," pungkasnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut