Optimalkan Pertumbuhan Anak di Masa Pandemi Corona dengan 2 Cara Ini

Siska Permata Sari ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 15:15 WIB
Optimalkan Pertumbuhan Anak di Masa Pandemi Corona dengan 2 Cara Ini

Penuhi kebutuhan nutrisi anak saat pandemi Covid-19. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona baru (Covid-19) dapat berdampak ke berbagai aspek, termasuk pada perkembangan anak yang kemungkinan dapat terganggu. Namun, hal ini sebenarnya dapat dicegah melalui pemenuhan nutrisi dan stimulasi anak di rumah.

Sebab, dua hal tersebut sangat memengaruhi perkembangan otak dan kecerdasan anak. Terutama bagi bayi dan balita.

“Kalau mau membentuk generasi unggul yang utama mesti diperhatikan adalah otaknya. Otak itu seperti komputer yang hebat sekali, terdiri dari hardware dan software yang harus bagus. Bagaimana caranya? Hardware itu dari nutrisi, kemudian software berasal dari stimulasi, contoh-contoh orangtuanya, guru PAUD, dan sebagainya,” kata Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak Prof DR dr Soedjatmiko, SpA (K), Msi, di Webinar Parenting dalam rangka Hari Keluarga Nasional 2020, Minggu (28/6/2020).

Nutrisi

Di tengah pandemi ini, tidak ada alasan untuk tidak memenuhi kebutuhan anak baik dari segi nutrisi dan stimulasi. Apalagi di saat ini, sekolah tutup dan sebagian orangtua menjalani aktivitas bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Nutrisi yang baik untuk otak anak adalah protein dan lemak. Jadi, perbanyak lauk yang tinggi protein dan lemak seperti telur, ikan, udang, hati, daging ayam, sapi, tempe, kacang tanah, kacang hijau, dan sebagainya,” ujar dr Soedjatmiko.

Kemudian makanan pokok yang dapat dikonsumsi anak ada pilihan nasi, gandum, kentang, singkong, ubi, jagung, dan sagu. “Untuk buah-buahan dan sayur, sedikit saja,” ucapnya.

Stimulasi

Selanjutnya yang tak kalah penting adalah menstimulasi otak anak dengan rangsangan-rangsangan yang dapat orangtua lakukan di rumah.

Stimulasi sederhana seperti memberikan pujian atau penghargaan dapat membentuk anak yang cerdas dan terampil, percaya diri, kreatif, inovatif, komunikatif, dan berprilaku baik.

“Mari memberi contoh setiap hari sambil bermain dan dengan kasih sayang. Beri pujian atau penghargaan pada anak,” ucapnya.

Beberapa contoh untuk menstimulasi anak di antaranya menggambar, mengenal huruf, angka, main bola, mengenalkan nama-nama hari, mengajak anak sikat gigi sendiri, pakai baju sendiri, dan sebagainya.

“Keluarga dapat melakukan stimulasi, memberikan kasih sayang, dan pujian, dengan panduan di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Bisa juga gadget dengan aplikasi parenting atau menggunakan YouTube,” ujarnya.

Editor : Tuty Ocktaviany