Orang Terinfeksi HIV Harus Patuh Minum Obat

Saeful Anwar ยท Selasa, 10 Desember 2019 - 20:29 WIB
Orang Terinfeksi HIV Harus Patuh Minum Obat

BKKBN menggelar seminar untuk memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS). (Foto: iNews.id/Saeful Anwar)

JAKARTA, iNews.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menggelar seminar untuk memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS). Tema yang diusung kali ini ‘Bersama Masyarakat Meraih Sukses’.

Salah satu narasmber yang hadir, yaitu Ketua Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Baby Rivona. Dia pun menceritakan bagaimana perasaannya saat pertama kali mengetahui bahwa dirinya positif terinfeksi HIV setelah melakukan test.

“Pada saat didiagnosa, informasinya mematikan bahwa HIV itu tidak ada obatnya dan mematikan. Nah, jadi berpikirnya ya kematian,” katanya di Gedung BKKBN Pusat, Jakarta, Senin 9 Desember 2019.

Baby mengatakan bagaimana stigma kurang baik masyarakat terdapat orang yang terinfeksi positif HIV, karena kurangnya pemahaman terhadap penyakit tersebut.

“Kalau menurut saya, stigma itu ada karena masyarakat itu takut, takut sama dirinya sendiri. Ketakutan itu akhirnya menutup dirinya dan menghakimi orang lain,” katanya.

Sebagai seorang aktivis HIV, Baby sudah sering mendatangi acara-acara seminar sebagai pembicara, baik di dalam maupun luar negeri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar merawat diri yang telah terinfeksi.

“Yang pasti kalau sudah terinfeksi harus minum obat dan harus patuh. Dengan patuh minum obat seumur hidup, maka jumlah virusnya itu bisa tertekan tidak akan terdeteksi. Itu tidak memungkinkan menular kepada pasangan maupun anak,” ucapnya.

Baby menjelaskan, untuk mendampingi orang yang terinfeksi HIV harus memiliki keahlian tersendiri.

“Setiap pendamping itu harus memiliki keahlian sebagai ODHA dan dia juga harus bisa memahami seseorang yang terdeteksi dari latar belakangnya,” katanya.

Virus HIV dapat menyerang siapa pun tanpa terkecuali dan tidak dapat diduga. Baby menghimbau masyarakat dapat melakukan pengecekan kesehatan.

“Orang yang belum pernah mengetahui statusnya, segeralah tes, karena pendidikan agama, latar belakang ras apa pun itu tidak bisa memproteksi seseorang. Begitu juga dengan pernikahan yang sah tidak bisa mendeteksi HIV, kecuali dilakukan tes dan hanya itu cara mengetahuinya,” katanya.

Editor : Tuty Ocktaviany