Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! Pemerintah Bekukan Izin 5 Perusahaan di Kalbar Imbas Karhutla
Advertisement . Scroll to see content

Partikel Kabut Asap 30 Kali Lebih Kecil dari Rambut, Bisa Bikin Pertahanan Paru Lumpuh

Jumat, 04 September 2026 - 01:52:00 WIB
Partikel Kabut Asap 30 Kali Lebih Kecil dari Rambut, Bisa Bikin Pertahanan Paru Lumpuh
Partikel halus yang terkandung di dalam asap juga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan mengganggu sistem pertahanan alami tubuh. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengganggu aktivitas dan membuat mata perih. Partikel halus yang terkandung di dalam asap juga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan mengganggu sistem pertahanan alami tubuh.

Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Profesor Erlina Burhan, menjelaskan salah satu ancaman terbesar dari kabut asap berasal dari Particulate Matter (PM2.5).

Partikel tersebut memiliki ukuran sangat kecil, sekitar 30 kali lebih kecil dibandingkan diameter sehelai rambut. Karena ukurannya yang sangat halus, PM2.5 dapat melewati penyaringan alami di hidung dan masuk hingga bagian terdalam paru-paru.

“Karena sehalus itu, partikel ini lolos dari saringan hidung dan masuk sampai ke bagian terdalam paru. Ia juga membawa zat sisa pembakaran yang bersifat racun bagi sel-sel paru,” katanya dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (3/9/2026).

Menurut Profesor Erlina, kondisi tersebut menjadi berbahaya karena paparan asap tidak hanya menyebabkan iritasi, tetapi juga dapat mengganggu sistem pertahanan paru. Padahal, paru-paru memiliki mekanisme alami untuk menyaring dan mengeluarkan berbagai kotoran maupun kuman yang masuk melalui saluran pernapasan.

Salah satu pertahanan tersebut adalah silia. Bulu-bulu halus yang berada di saluran pernapasan ini berfungsi menyapu lendir dan kotoran agar dapat dikeluarkan dari paru-paru.

Namun, paparan asap dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan yang kemudian membuat fungsi silia melemah. Akibatnya, kuman yang seharusnya dapat tersapu keluar berpotensi bertahan lebih lama di dalam saluran pernapasan.

“Saat saluran napas meradang, kerja silia ikut melemah dan kuman yang seharusnya tersapu keluar jadi bertahan,” ujarnya.

Makrofag Paru Ikut Melemah

Selain silia, paru-paru memiliki makrofag yang berperan sebagai sel penjaga. Sel ini bertugas menangkap dan menghancurkan kuman yang masuk ke jaringan paru.

Prof Erlina menjelaskan zat beracun yang terbawa partikel asap dapat mengganggu kemampuan makrofag dalam menangkap kuman. Ketika fungsi kedua pertahanan tersebut terganggu, paru-paru menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

“Zat racun pada partikel asap melemahkan kemampuan sel ini menangkap kuman yang telanjur masuk. Sampai di sini, paru sudah kehilangan dua lapis pertahanannya. Kuman yang biasanya bisa diatasi tubuh mendapat ruang untuk berkembang, dan pneumonia pun terjadi,” katanya.

Pneumonia sendiri merupakan infeksi pada kantong udara paru-paru atau alveoli. Pada kondisi tersebut, alveoli yang seharusnya berisi udara dapat terisi cairan atau nanah sehingga proses pertukaran oksigen terganggu.

Prof Erlina menambahkan, kabut asap tidak secara langsung menjadi kuman penyebab pneumonia. Namun, paparan asap dapat melemahkan pertahanan paru sehingga mikroorganisme penyebab infeksi lebih mudah berkembang.

Risiko tersebut juga tidak sama pada setiap orang. Anak-anak, lansia, serta orang dengan asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), atau penyakit jantung termasuk kelompok yang perlu lebih waspada ketika terpapar kabut asap.

“Kuman itu tidak berdampak sama pada setiap orang. Yang paling perlu diperhatikan adalah anak-anak, lansia, serta mereka dengan asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), atau penyakit jantung. Daya tahan paru mereka lebih terbatas, sehingga gangguan ringan pun bisa cepat memberat,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut