Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kondisi Terkini Vanessa Trump usai Didiagnosis Kanker Payudara, Mulai Jalani Perawatan
Advertisement . Scroll to see content

Payudara Bengkak saat Menyusui Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Gejala Mastitis

Rabu, 03 Juni 2026 - 13:56:00 WIB
Payudara Bengkak saat Menyusui Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Gejala Mastitis
Ilustrasi sakit di payudara saat menyusui. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara mastitis merupakan kondisi peradangan yang bisa muncul akibat bendungan ASI berkepanjangan atau infeksi bakteri yang masuk melalui luka pada puting.

Yang sering tidak disadari, kesalahan penanganan justru bisa memperparah kondisi. Salah satunya adalah memijat payudara terlalu keras dengan tujuan menghancurkan sumbatan ASI.

"Kekeliruan yang sering terjadi adalah memijat payudara yang bengkak dengan keras demi menghancurkan sumbatan. Secara klinis, tindakan ini berbahaya karena dapat merobek jaringan internal payudara yang meradang, sehingga infeksi justru meluas. Pijatan harus dilakukan dengan sangat lembut, seperti usapan," ungkapnya.

Untuk mengatasi saluran ASI tersumbat, ibu dianjurkan tetap menyusui secara rutin agar payudara kosong dengan optimal. Kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelahnya juga dapat membantu mengurangi keluhan. Selain itu, posisi menyusui dan pelekatan mulut bayi perlu diperhatikan agar ASI dapat keluar dengan lancar.

Namun, jika dalam waktu 24 hingga 48 jam keluhan tidak membaik atau muncul demam tinggi, kemerahan yang meluas, dan tubuh menggigil, ibu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Pada kondisi mastitis, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri, antiinflamasi, hingga antibiotik jika ditemukan tanda infeksi bakteri. Penanganan dini menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

"Jangan remehkan demam tinggi serta payudara yang mengeras dan memerah saat menyusui. Mastitis yang tidak cepat ditangani bisa berkembang menjadi abses atau kantung nanah di dalam payudara. Jika sudah sampai tahap abses, penanganannya tidak cukup dengan obat-obatan, melainkan harus melalui tindakan pembedahan kecil atau drainase untuk mengeluarkan nanah tersebut," tegas dr. Natalia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut