Penderita Diabetes Bolehkah Makan Telur Setiap Hari? Cek Pengaruhnya pada Gula Darah
Meski demikian, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan. Mengonsumsi telur saja tidak cukup untuk menjaga gula darah apabila makanan lain yang dikonsumsi tinggi gula atau karbohidrat olahan.
Pilihan makanan pendamping telur juga perlu diperhatikan. Telur yang rendah karbohidrat dapat disajikan bersama roti putih, nasi dalam jumlah besar, makanan manis, atau bahan lain yang tinggi karbohidrat sehingga dampaknya terhadap gula darah menjadi berbeda.
Cara memasak telur juga penting. Telur rebus atau telur yang dimasak dengan sedikit minyak dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana dibandingkan olahan telur yang ditambahkan banyak lemak, garam, atau bahan tinggi kalori lainnya.
Selain protein dan lemak, telur mengandung berbagai vitamin dan mineral. Kuning telur bahkan menyediakan hampir semua jenis vitamin, kecuali vitamin C, serta mengandung asam lemak omega-3.
Sebab itu, telur tidak perlu otomatis dihindari oleh penderita diabetes hanya karena memiliki kandungan lemak. Namun, jumlah konsumsi dan pola makan secara keseluruhan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Penderita diabetes juga memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan, obat yang digunakan, aktivitas fisik, dan pola makan sehari-hari. Konsultasi dengan dokter, ahli gizi, atau edukator diabetes dapat membantu menentukan porsi serta kombinasi makanan yang sesuai.
Jadi, penderita diabetes boleh makan telur setiap hari selama dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. Kandungan karbohidrat telur yang rendah membuat makanan ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, tetapi makanan pendamping dan cara pengolahannya tetap perlu diperhatikan.
Editor: Dani M Dahwilani