Perjuangan Ibunda Raisa Melawan Kanker Paru Stadium 4 sebelum Meninggal Dunia
Ibunda Raisa telah didiagnosis kanker paru sejak Desember 2024. Namun, pada awalnya Ria Mariaty didiagnosis TBC dan sempat dirawat di rumah sakit selama dua pekan.
Pengobatan TBC yang dijalani almarhumah rupanya menimbulkan efek samping obat. Karenanya, ibunda Raisa harus dirawat kembali, hingga akhirnya diketahui kalau Ria Mariaty mengalami kanker paru.
Sebelum diagnosis keluar, dokter melakukan pemindaian PET untuk memeriksa kanker. Hasilnya, ibunda Raisa mengidap kanker paru stadium 4 dan sudah menyebar ke beberapa tulang.
Kabar ini mengejutkan keluarga. Sebab, pada Mei 2024 almarhumah dikabarkan melakukan skrining kanker lengkap dan hasilnya tidak ada yang terlihat satu pun keberadaan sel kanker di tubuhnya.
Pengobatan kemoterapi dijalani sang ibunda di awal 2025. Usai terapi dilakukan, Rinaldi menjelaskan kalau ibunya mengalami banyak perkembangan.
Tak hanya kemoterapi, Ria Mariaty juga menjalani imunoterapi sebanyak 11 kali. Pengobatan ini semakin memberi hasil yang baik, ditandai dengan banyak sel kanker yang tidak aktif lagi di tubuh almarhumah.
Namun, takdir berkata lain. Meski sudah membaik, ibunda Raisa di suatu waktu mengalami sesak napas. Hal ini membuat Rinaldi kembali membawa ibu tercinta ke rumah sakit.
Sampai akhirnya dokter memutuskan agar ibu Raisa itu dirawat inap. Setelah lima hari tidak ada peningkatan, pada 22 September 2025, almarhumah masuk HCU atau high care unit.