Perokok Dua Kali Lipat Berisiko Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Pakar Paru

Sindonews, Binti Mufarida ยท Sabtu, 29 Agustus 2020 - 07:07 WIB
Perokok Dua Kali Lipat Berisiko Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Pakar Paru

Penelitian mengungkap perokok berisiko dua kali lipat terpapar Covid-19. (Foto: ilustrasi/Ist).

JAKARTA, iNews.id – Pakar Spesialis Paru pada Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Feni Fitriani Taufik mengingatkan risiko Covid-19 pada perokok. Berdasarkan penelitian, perokok berisiko dua kali lipat terpapar virus corona jenis baru tersebut dibandingkan bukan perokok.

Feni menjelaskan, risiko tinggi bagi perokok terinfeksi Covid-19 dipengaruhi antara lain imunitas. Daya tahan tubuh perokok terutama di saluran napasnya. Bila terganggu potensi terpapar menjadi lenih besar.

Selain imunitas, juga reseptor ACE 2 (pintu masuk Covid-19) pada perokok lebih banyak. Reseptor ini menjadi salah satu tempat menempelnya virus Covid-19.

“Orang yang merokok dibandingkan orang tidak merokok, dia punya reseptor ACE 2 lebih banyak. Artinya dia menyediakan tempat yang lebih banyak untuk virus Covid-19 masuk ke dalam tubuhnya,” kata Feni di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (28/8/2020).
ACE 2 atau angiotensin converting enzyme 2 merupakan enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel di beberapa organ, seperti paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus. ACE2 bekerja mengkatalisis perubahan angiotensin II (suatu vasokonstriktor peptida) menjadi angiotensin 1-7 (suatu vasodilator).

Menurut ahli farmasi dari UGM Zullies Ikawati, berdasarkan kemiripan dengan virus corona sebelumnya yaitu SARS-CoV yang menyebabkan penyakit SARS pada 2002-2003, disebut-sebut Covid-19 memasuki sel yang diinfeksinya melalui suatu reseptor di permukaan sel atau ACE 2.

Feni menuturkan, merokok memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang terhadap tubuh seseorang. Efek jangka pendek yaitu iritasi saluran napas. Hal ini dapat menyebabkan mudahnya kuman masuk ke tubuh sehingga gejala-gejala seperti ISPA dan batuk berulang dapat terjadi.

Sementara untuk jangka panjang biasanya rokok juga tidak jauh dari masalah adiksi atau kecanduan. Orang yang sulit berhenti akhirnya akan merokok bertahun-tahun.

“Efek jangka panjangnya mungkin semua masyarakat dan yang merokok juga tahu bahaya kanker, hipertensi, stroke, sakit gula, kanker, paru dan segala jenis itu ada semuanya, berkumpul semua jangka pendek dan jangka panjangnya,” tutur Feni.

Editor : Zen Teguh