Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rajin Minum Air Putih tapi Masih Bisa Kena Batu Ginjal, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Perut Buncit Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin, Picu Risiko Batu Ginjal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:15:00 WIB
Perut Buncit Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin, Picu Risiko Batu Ginjal
Perut buncit tidak hanya berkaitan dengan penumpukan lemak, tetapi juga bisa menjadi salah satu tanda resistensi insulin yang perlu diwaspadai. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perut buncit tidak hanya berkaitan dengan penumpukan lemak, tetapi juga bisa menjadi salah satu tanda resistensi insulin yang perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat berkaitan dengan urine yang lebih asam dan meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal akibat asam urat.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh mulai kurang responsif terhadap hormon insulin. Kondisi tersebut dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk proses yang berperan dalam mengatur tingkat keasaman urine.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dr. Cecep mengingatkan kebiasaan minum air putih hingga urine terlihat jernih tidak serta-merta menghilangkan risiko batu ginjal. Sebab, air putih membantu mengencerkan urine, sedangkan kemampuan asam urat untuk larut juga dipengaruhi tingkat keasaman atau pH urine.

"Kalau asam, dia susah larut. Ngendap, numpuk jadi kristal. Itu cikal bakal batu ginjalnya. Salah satu penyebab urinenya asam, resistensi insulin. Tubuh yang mulai kurang peka sama insulin, salah satu tandanya kelihatan dari perut yang mulai buncit," kata dr Cecep, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Hubungan Resistensi Insulin dan Batu Ginjal

Resistensi insulin kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Salah satu kondisi yang dapat menyertainya adalah penumpukan lemak di area perut sehingga lingkar pinggang membesar.

Namun, perut buncit bukan tanda pasti seseorang mengalami resistensi insulin. Kondisi tersebut perlu dinilai bersama faktor risiko lain dan, bila diperlukan, melalui pemeriksaan medis.

Dalam kaitannya dengan batu ginjal, urine yang terlalu asam membuat asam urat lebih sulit larut. Jika kadarnya cukup tinggi, asam urat dapat membentuk kristal yang kemudian berkembang menjadi batu ginjal.

Karena itu, urine yang terlihat jernih tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menilai risiko batu ginjal. Kecukupan cairan tetap penting, tetapi faktor metabolisme dan tingkat keasaman urine juga perlu diperhatikan.

Mengurangi Risiko Batu Ginjal

dr Cecep menyarankan masyarakat menjaga asupan cairan dan memperhatikan pola makan untuk membantu mengurangi risiko pembentukan batu ginjal. Dia juga menyebut perasan jeruk nipis atau lemon sebagai sumber sitrat alami yang dapat membantu meningkatkan pH urine pada kondisi tertentu.

"Makanya nih gengs, sesekali selingin air putih sama perasan jeruk nipis atau lemon. Sitratnya bisa bantu bikin urine lebih basa, bukan cuma encer," ucapnya.

Meski demikian, konsumsi jeruk nipis atau lemon bukan pengganti pemeriksaan maupun penanganan medis. Kebutuhan pencegahan batu ginjal juga dapat berbeda, bergantung pada jenis batu, kondisi kesehatan, dan faktor risiko setiap orang.

Pemantauan kesehatan secara berkala turut membantu mendeteksi masalah metabolisme lebih dini. Pemeriksaan kadar gula darah dan asam urat dapat menjadi bagian dari evaluasi kesehatan sesuai kebutuhan.

dr Cecep mengingatkan pemeriksaan mandiri menggunakan alat tes hanya mengukur kadar zat tertentu dan tidak dapat memastikan ada atau tidaknya batu ginjal. Untuk mengetahui kondisi ginjal, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti ultrasonografi (USG) atau CT scan, sesuai indikasi medis.

Dengan demikian, menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan memastikan urine terlihat jernih. Mempertahankan berat badan yang sehat, mencukupi kebutuhan cairan, serta memeriksa faktor risiko metabolik menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko batu ginjal.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut