Pola Tidur Berubah, Berikut Tips Tetap Sehat dan Bugar selama Ramadan
JAKARTA, iNews.id – Selama Ramadan, pola tidur masyarakat cenderung berubah karena adanya aktivitas sahur yang mengharuskan bangun pada dini hari. Di sisi lain, sebagian orang masih menjalani kebiasaan lama seperti beraktivitas hingga larut malam sehingga waktu istirahat berkurang.
Kondisi tersebut kerap membuat tubuh terasa lemas dan kurang segar saat beraktivitas di pagi hari. Sebab itu, penting untuk mengatur strategi agar kualitas tidur tetap terjaga meski jadwal harian berubah selama Ramadhan.
Buat Pola Tidur yang Sesuai dengan Aktivitas
Setiap orang dianjurkan tetap memenuhi kebutuhan tidur meski waktu istirahat terbagi. Salah satu caranya adalah mengusahakan tidur setidaknya empat jam pada malam hari setelah berbuka puasa.
Menkes Ajak Warga Pilih Kurma saat Berbuka, Lebih Sehat dari Sirup
Waktu tersebut dinilai cukup untuk membantu tubuh beristirahat sebelum kembali bangun sahur. Setelah sahur, seseorang juga dapat kembali tidur selama beberapa jam sebelum memulai aktivitas pagi.
Dengan pola ini, tubuh tetap mendapatkan total waktu istirahat yang memadai meski jam tidur tidak dalam satu waktu panjang.
5 Jenis Kurma untuk Buka Puasa Ramadan, Ini yang Disukai Nabi
Menerapkan Konsep Qailullah
Selain mengatur tidur malam, masyarakat juga dapat menerapkan konsep “Qailullah” atau tidur singkat di siang hari. Durasi yang disarankan sekitar 20 menit untuk membantu memulihkan energi.
Ruben Onsu Ungkap Menu Favorit Buka Puasa, Kurma hingga Lontong Oncom
Tidur singkat ini dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi saat bekerja atau beraktivitas selama berpuasa. Namun, durasinya sebaiknya tidak terlalu lama agar tidak menimbulkan rasa pusing atau sulit tidur di malam hari.