Polusi Udara Tidak Hanya Ganggu Pernapasan, Ini Bahayanya!
Namun, persoalannya tidak hanya soal napas.
Dokter Ngabila menegaskan, paparan polusi udara dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke, serta gangguan pada fungsi paru.
Artinya, seseorang yang terlihat sehat dan tidak memiliki keluhan pernapasan sekalipun tetap perlu memperhatikan kualitas udara, terutama jika sehari-hari banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Disampaikan dr Ngabila, risiko tersebut dapat semakin perlu diperhatikan ketika polusi udara terjadi bersamaan dengan cuaca panas dan kering.
Dalam kondisi seperti ini, tubuh menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni paparan panas dan polutan di udara. Konsentrasi polutan juga dapat lebih mudah meningkat ketika kondisi atmosfer mendukung penumpukan polusi.
"Masyarakat diimbau agar tidak perlu menunggu sampai muncul keluhan seperti batuk atau sesak untuk mulai mengurangi paparan," katanya.