Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baru Naik Tangga Sudah Sesak? Waspada, Bisa Jadi Katup Jantung Bermasalah
Advertisement . Scroll to see content

Pompa Jantung Terkecil di Dunia Dipasang di RSCM, Pasien Langsung Lepas Ventilator!

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:16:00 WIB
Pompa Jantung Terkecil di Dunia Dipasang di RSCM, Pasien Langsung Lepas Ventilator!
Ilustrasi pasien. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Terobosan teknologi kesehatan kembali terjadi di Indonesia. Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta berhasil melakukan implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD) CoreHeart 6, perangkat pompa jantung yang disebut sebagai salah satu yang terkecil di dunia.

Tak hanya menjadi pencapaian teknologi, kondisi pasien pertama yang menjalani prosedur tersebut juga menunjukkan perkembangan positif. Pasien berhasil dilepas dari ventilator dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pemasangan LVAD dan kini mulai menjalani latihan mobilisasi.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi pasien gagal jantung stadium lanjut di Indonesia, terutama di tengah keterbatasan donor jantung yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan gagal jantung stadium akhir.

Diskusi kesehatan jantung di RSCM Jakarta. (Foto: Niko Prayoga)
Diskusi kesehatan jantung di RSCM Jakarta. (Foto: Niko Prayoga)

Pertama Kali Dipasang di Asia

Implantasi CoreHeart 6 di RSCM memiliki arti penting karena menjadi pemasangan pertama perangkat tersebut di Asia.

LVAD merupakan perangkat mekanis yang membantu fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Teknologi ini dapat menjadi pilihan terapi bagi pasien dengan gagal jantung berat yang membutuhkan bantuan mekanis untuk mempertahankan fungsi sirkulasi.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Azhar Jaya, mengatakan pasien gagal jantung stadium akhir selama ini menghadapi persoalan besar karena transplantasi jantung masih sangat bergantung pada ketersediaan donor.

"Selama ini terapi utama gagal jantung stadium akhir adalah transplantasi jantung. Namun tantangannya sangat besar karena keterbatasan donor dan dokter dengan kompetensi khusus," kata Azhar dalam keterangan resmi di RSCM, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Azhar, kehadiran LVAD memberikan alternatif baru dalam menghadapi persoalan tersebut.

"Kehadiran teknologi LVAD memberi harapan baru untuk memperpanjang usia sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien," ujarnya.

Pasien Bisa Lepas Ventilator Kurang dari 24 Jam

Salah satu perkembangan paling menggembirakan datang dari kondisi pasien yang menjadi penerima pertama CoreHeart 6 di RSCM.

Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM, Birry Karim, mengatakan pasien mampu melewati fase kritis setelah menjalani prosedur. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pasien sudah dapat dilepas dari ventilator.

Saat ini, pasien memasuki tahap latihan mobilisasi sebagai bagian dari proses pemulihan.

"Sejauh ini kondisi pasien terus membaik. Begitu pasien berhasil melewati fase kritis dan dapat dilepas dari ventilator, kami merasa sangat lega. Ini menjadi milestone penting bagi pengembangan layanan gagal jantung di Indonesia," kata Birry.

Prosedur tersebut dilakukan melalui kolaborasi tim multidisiplin yang terdiri atas dokter jantung, dokter bedah jantung, intensivis, dan tenaga kesehatan lainnya.

RSCM telah mengembangkan program penanganan gagal jantung lanjut secara sistematis sejak 2017. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi dalam penerapan teknologi LVAD di Indonesia.

RSCM Bakal Jadi Pusat Pelatihan

Kementerian Kesehatan menilai keberhasilan pemasangan LVAD tidak boleh hanya menjadi pencapaian satu rumah sakit.

Pemerintah mendorong agar pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi tersebut dapat ditransfer kepada lebih banyak tenaga kesehatan di Indonesia.

"Ilmunya jangan berhenti di satu tim. Semakin banyak dokter yang menguasai teknologi ini, semakin banyak pula pasien yang bisa diselamatkan," ujar Azhar.

Direktur Utama RSCM, Supriyanto Dharmoredjo, mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan kemampuan tenaga medis Indonesia dalam mengadopsi teknologi kesehatan berkelas dunia.

RSCM bahkan dipersiapkan menjadi pusat pelatihan bagi rumah sakit lain di kawasan Asia yang ingin mengembangkan layanan dengan teknologi serupa.

Sudah Digunakan Ribuan Pasien

Pendiri HeartSpan.ai, dr Wei Siang Yu, mengatakan teknologi serupa telah digunakan oleh lebih dari 1.500 pasien di China.

Dalam sejumlah kasus, fungsi jantung pasien dilaporkan mengalami perbaikan signifikan setelah menggunakan perangkat tersebut. Pada kondisi tertentu, perangkat dapat dilepas setelah sekitar dua hingga tiga tahun penggunaan.

Penerapan CoreHeart 6 di RSCM didukung kemitraan strategis dengan HeartSpan.ai. Kerja sama tersebut mencakup akses perangkat, pelatihan medis hingga pengembangan sistem dukungan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Keberhasilan pemasangan pompa jantung tersebut menjadi perkembangan penting bagi layanan kardiovaskular Indonesia. Pasalnya, pasien gagal jantung stadium akhir selama ini menghadapi pilihan terapi yang terbatas, terutama akibat persoalan ketersediaan donor jantung.

Dengan hadirnya teknologi LVAD, Indonesia kini memiliki opsi tambahan untuk membantu pasien dengan gagal jantung berat. 

Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut dapat dikuasai lebih banyak tenaga medis, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pasien di satu rumah sakit, tetapi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut