7 Posisi Berhubungan yang Bagus saat Hamil 5 Bulan

Leonardus Selwyn ยท Sabtu, 29 Januari 2022 - 20:26:00 WIB
7 Posisi Berhubungan yang Bagus saat Hamil 5 Bulan
Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 5 bulan. (Foto: mom 356)

JAKARTA, iNew.id - Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 5 bulan berikut bisa menjadi edukasi seks untuk Anda pasangan suami istri.

Masa kehamilan diketahui memang agak rentan dalam melakukan hubungan intim, namun ada trik tersendiri agar tetap aman.

Melakukan hubungan seks adalah suatu hal yang wajar bagi pasangan suami istri. Namun permasalahan akan muncul ketika hasrat melakukan hubungan seksual muncul saat istri sedang dalam masa kehamilan. Terlebih jika masa kehamilan sang istri sudah memasuki trimester kedua di mana ukuran perut mulai membesar. 

Sebagaimana diketahui, pada trimester kedua yakni bulan 4-6 masa kehamilan, maka perut seorang wanita akan bertambah besar. Namun bukan berarti pasangan suami istri tidak boleh berhubungan seksual. Hubungan seksual masih bisa dilakukan dengan mulai menghindari tekanan di sekitar perut. 

Sebab kondisi perut masih belum terlalu besar, mungkin seorang wanita akan lebih nyaman dengan posisi berbaring miring atau posisi pasangan yang berada di atas. 

Merangkum dari What to Expect, Sabtu (29/1/2022), berikut beberapa posisi berhubungan seks saat hamil. 

1. Posisi berbaring miring 

Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 5 bulan yang pertama adalah berbaring miring. Berbaring miring sering kali merupakan posisi yang paling nyaman, baik saat menghadap ke depan atau ke belakang. 

Kedua opsi tersebut menghindari beban tertumpu pada punggung. Dengan posisi ini ibu hamil tidak perlu khawatir menahan beban pada perut. Jika masih ada tekanan pada punggung bagian bawah, coba selipkan bantal di antara lutut dan minta pasangan berbaring di belakang. 

2. Ibu hamil di posisi atas 

Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 5 bulan berikutnya adalah dengan trik supaya tidak memberi tekanan pada perut ibu hamil. Sebagai bonus tambahan, posisi ini memungkinkan pasangan mengatur kedalaman penetrasi dan stimulasi klitoris. Kekurangannya posisi ini adalah kemungkinan ibu hamil tidak mudah untuk pindah ke posisi ini selama kehamilan tahap lanjut.  

Editor : Dyah Ayu Pamela

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: