Rajin Minum Air Putih tapi Masih Bisa Kena Batu Ginjal, Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Minum air putih yang cukup hingga urine terlihat jernih kerap dianggap sebagai tanda tubuh terhindar dari gangguan ginjal. Padahal, kebiasaan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan risiko terbentuknya batu ginjal akibat penumpukan asam urat.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan konsumsi air putih yang cukup membantu mengencerkan urine, tetapi tidak secara langsung mengubah tingkat keasamannya atau pH urine. Faktor tersebut berperan penting dalam menentukan apakah asam urat dapat larut atau justru mengendap dan membentuk kristal di ginjal.
Penjelasan itu disampaikan dr Cecep melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Dia mengingatkan, urine yang terlihat jernih bukan satu-satunya indikator untuk menilai risiko pembentukan batu ginjal.
"Udah rajin banget minum air putih sampai kencing jernih, tapi masih bisa kebentuk batu ginjal dari asam urat. Kok bisa sih, gengs? Ada satu hal yang sering kelewat sekaligus cara cegahnya nih. Urine encer tuh cuma ngaruh ke jumlahnya. Yang nentuin larut apa enggaknya itu tingkat keasaman urinenya," ujar dr Cecep, dikutip Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, urine yang terlalu asam membuat asam urat lebih sulit larut. Kondisi tersebut dapat memicu penumpukan kristal yang kemudian berkembang menjadi batu ginjal.