Satu dari Tiga Orang Indonesia Alami Obesitas, Ini Pemicunya
JAKARTA, iNews.id - Angka obesitas di Indonesia terus menjadi perhatian pemerintah. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Profesor Dante Saksono Harbuwono menyebut saat ini satu dari tiga orang Indonesia mengalami obesitas.
Menurut Prof Dante, peningkatan angka obesitas tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mudah mendapatkan makanan tinggi kalori. Salah satu faktor yang turut berkontribusi adalah kemudahan memesan makanan melalui layanan digital.
“Sekarang budaya makan enak makin mudah. Tinggal pesan lewat aplikasi. Akibatnya angka obesitas di Indonesia meningkat. Artinya, satu dari tiga orang Indonesia mengalami obesitas,” kata Prof Dante dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis, Rabu (4/8/2026).
Dia menjelaskan, perubahan pola makan dan aktivitas fisik masyarakat menjadi tantangan besar dalam upaya mengendalikan penyakit tidak menular. Konsumsi makanan berlebih tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas.
Obesitas sendiri bukan hanya persoalan berat badan, tetapi juga menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga gangguan metabolik lainnya.
Prof Dante mengatakan Indonesia saat ini menghadapi double burden atau beban ganda masalah gizi. Di satu sisi, pemerintah masih berupaya menekan angka stunting pada anak, sementara di sisi lain kasus obesitas terus meningkat terutama pada kelompok dewasa.
“Artinya, kita menghadapi dua masalah sekaligus, yaitu masih adanya kekurangan gizi dan meningkatnya kelebihan gizi,” ujarnya.
Dia mengingatkan masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dengan memperhatikan asupan makanan, rutin melakukan aktivitas fisik, serta memantau kondisi kesehatan secara berkala.
Selain perubahan gaya hidup, deteksi dini juga menjadi langkah penting untuk mencegah dampak obesitas terhadap kesehatan. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), masyarakat dapat mengetahui faktor risiko penyakit sejak awal.
“Jangan hanya mengandalkan gejala. Justru penyakit-penyakit yang paling berbahaya sering kali tidak bergejala. Dengan cek kesehatan gratis, faktor risikonya bisa diketahui lebih awal sehingga lebih mudah ditangani,” katanya.
Menurut Prof Dante, upaya pencegahan obesitas perlu dilakukan bersama-sama agar masyarakat Indonesia dapat memiliki kualitas hidup yang lebih sehat dan produktif dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.
Editor: Dani M Dahwilani