Selain Masker, Cegah Penularan Virus Korona dengan Hand Sanitizer

Dani M Dahwilani ยท Rabu, 12 Februari 2020 - 17:02 WIB
Selain Masker, Cegah Penularan Virus Korona dengan Hand Sanitizer

Hand sanitizer 70 persen sangat ampuh membunuh kuman, bakteri, serta telah teruji mencegah penyebaran penyakit yang didisebabkan virus berbahaya. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Penyebaran virus korona (novel coronavirus) menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia. Tercatat lebih dari 1.000 orang meninggal dan 44.000 orang lebih terinfeksi, yang sebagian besar berada di wilayah China.

Bagaimana mencegah penyebaran virus korona?
Chief Operating Officer (COO) Enesis Group, Budiman Goh mengemukakan, penting mencegah penyebaran penyakit dengan selalu menjaga kondisi fisik dan psikis. Kemudian menghindari tempat kerumunan orang. Jika terpaksa sebaiknya gunakan masker.

"Namun, ada yang kerap terlupakan adalah kebersihan tangan. Banyak orang yang tidak sadar memegang benda yang mengandung kuman atau terpapar penyakit di tempat umum. Tanpa disadari masuk mulut atau hidung melalui makanan," ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Sadar akan pentingnya pencegahan, Budiman pun memberikan bantuan hand santizer Antis untuk warga negara Indonesia (WNI) di China dan Hong Kong. Langkah ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran penyakit.

"Kami mengirimkan bantuan 1.000 dus antis atau sekitar 144.000 botol melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Selain itu, kami juga memberikan 1.000 masker dan sensa cool untuk menjaga kesehatan. Ini baru batch pertama, nanti kita lihat perkembangannya semoga tidak berlarut kondisi di sana," kata Budiman.

Seberapa efektifkah hand santizer seperti antis membunuh kuman? Budiman menyatakan 70 persen sangat ampuh membunuh kuman, bakteri, serta telah teruji mencegah penyebaran penyakit yang didisebabkan virus berbahaya. "Efektif untuk mencegah kuman. Untuk virus korona sendiri saat ini memang plmasih penelitian dari para ahli. Tapi, untuk pencegahan sangat efektif," katanya.

Sementara itu, Direktur Perlidungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Judha Nugraha mencatat ada sekitar 1.890 orang warga negara Indonesia di China. Sebagian besar mereka tersebar di luar kota karantina Provinsi Hubei.

"Mereka semua mendapat pemantauan dari pemerintah. Kami terus berkoordinasi memantau perkembangan mereka di sana. Adapun untuk di Provinsi Hubei masih ada tujuh WNI, masing-masing empat orang tidak besedia dipulangkan karena alasan keluarga dan tiga tidak lolos kesehatan saat akan dibawa ke Indonesia. Saat ini, kondisi mereka dalam kondisi baik dan sehat," katanya.

 

Editor : Dani Dahwilani